RSS

Tag Archives: keluarga

Romantisnya Rasulullah dengan Istrinya

RASULULLAH Shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah sosok manusia yang sempurna. Di medan perang beliau adalah seorang jenderal profesional yang menguasai taktik dan strategi bertempur. Di tengah masyarakat, beliau adalah teman, sahabat, guru, dan sosok pemimpin yang menyenangkan. Di rumah, beliau adalah seorang kepala rumah tangga yang bisa mendatangkan rasa aman, kasih sayang, sekaligus kebahagiaan.

Rasulullah Sahallahu ‘Alaihi Wassallam dinobatkan oleh Allah sebagai suri tauladan.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”. (QS: Al Ahzab [33] : 21).

Tidak salah jika  seluruh kehidupan Rasullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam  menjadi contoh baik bagi kita. Termasuk urusan dalam kamar sekalipun.
Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 27, 2011 in artikel

 

Tags: ,

Mulailah Ukhuwah dengan Silaturahmi Keluarga

MASALAH harta, warisan bahkan perbedaan keyakinan (madzhab, atau organisasi) kerap menjadi pemicu perseteruan antar anggota keluarga. Sehingga, akibat perbedaan ini, seorang orang tua dengan anak, kakak dan adik atau antar anggota keluarga menjadi terpisah, tidak sapa, seperti tidak saling kenal. Fenomena sosial ini seharusnya menjadi bahan renungan bagi kita semua. Sebab silaturahmi berkorelasi dengan keimanan seseorang dan juga masa depan keislaman kita.

Institusi keluarga adalah salah satu bagian dari komponen masyarakat. Keutuhan sebuah keluarga, merupakan kontribusi besar bagi terwujudnya umat Islam yang kokoh, dan bersatu padu (ukhuwah Islamiyah). Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam telah mewanti-wanti persoalan ini melalui ayat al-Qur’an dan as-Sunnah. Beliau memberi kabar akan bahaya memutus keluarga.

Ancaman Allah Subhanahu wa ta’ala terhadap pemutus keluarga sangat serius. Dalam surat Muhammad ayat 22-23, Allah Subhanahu wa ta’ala memvonisnya sebagai orang yang terkutuk, dengan telinga ditulikan dan penglihatannya dibutakan.

Artinya, nasihat-nasihat baik tidak akan bisa masuk telinga dan merasuk hatinya. Ia juga kesulitan melihat kebenaran (al-haq) walaupun kebenaran itu nyata di depan mata.

Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa ta’ala juga memberi predikat sebagai orang fasik dan merugi (QS. al-Baqarah 26-27), terkutuk dan penghuni neraka jahannam (QS. al-Ra’d 25). Ancaman al-Qur’an ini kemudian dita’kid (dikuatkan) oleh hadis Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam: “Tidak masuk surga orang yang memutus keluarga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on July 26, 2011 in adab

 

Tags: , ,

Sekuntum CINTA Pengantin Syurga

“Cinta itu mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong berpenampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi ahli ibadah,” Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin memberikan komentar mengenai pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang.

Bila seorang kekasih telah singgah di hati, pikiran akan terpaut pada cahaya wajahnya, jiwa akan menjadi besi dan kekasihnya adalah magnit. Rasanya selalu ingin bertemu meski sekejab. Memandang sekilas bayangan sang kekasih membuat jiwa ini seakan terbang menuju langit ke tujuh dan bertemu dengan jiwanya.

Indahnya cinta terjadi saat seorang kekasih secara samar menatap bayangan orang yang dikasihi. Bayangan indah itu laksana air yang menyirami, menyegarkan, menyuburkan pepohonan taman di jiwa.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on July 18, 2011 in artikel

 

Tags: , , , ,

Sebuah ilustrasi tentang manajemen waktu

Pernahkah kita berpikir bahwa hidup kita di dunia ini hanya sebentar saja? Setiap manusia memiliki waktu dengan jumlah yang sama, yakni 24 jam dalam sehari. Namun, sering kita jumpai dengan jumlah waktu yang sama, kualitas kehidupan seseorang menjadi berbeda – beda. Apakah yang membedakan? Seseorang yang cermat mengelola waktunya adalah yang sukses dalam hidupnya.  Karena, seringkali banyak hal yang ingin kita lakukan, namun ternyata waktu yang kita miliki terbatas. Nah, mudah – mudahan kisah berikut ini dapat semakin memotivasi kita untuk semakin mengefektifkan waktu kita. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on June 27, 2011 in artikel

 

Tags: , ,

Anak Kita Masa Depan Bangsa

Oleh : Nursanita Nasution, SE. ME

Sebagai Partai Da’wah, Partai Keadilan (PK) -sekarang PKS- sangat peduli dengan masalah keluarga. Mengingat peran keluarga sangat penting dalam membentuk karakter bangsa. Tak salah jika kemudian bidang kewanitaan DPP PK yang membawahi departemen keluarga, mengupayakan terbentuknya generasi penerus yang bertakwa, sehat, cerdas emosi dan intelektualnya.

Keluarga bagi kita adalah lembaga pertama dan utama yang dikenal seorang manusia ketika ia lahir ke dunia. Di keluargalah seorang anak manusia mengenal nilai dan norma kehidupan. Keluargalah yang melahirkan manusia-manusia yang akan terjun ke masyarakat. Perilaku seseorang di masyarakat adalah cermin dari keluarganya.

Saat ini, kita prihatin dengan jumlah keluarga di Indonesia yang masih dirundung problema. Padahal keluarga sakinah adalah dambaan setiap manusia. Keluarga yang pecah, broken home, tidak harmonis, pasutri yang selingkuh menyebabkan keluarga tidak lagi menjadi surga bagi penghuninya. Dalam keluarga demikian akan muncul orang-orang berperilaku masa bodoh, tidak peduli hak orang lain, egois, dan kasar.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on June 15, 2011 in keluarga

 

Tags: ,

MEMANISKAN RASA PERNIKAHAN KITA

artikel bagus yang kudapatkan dari FBnya bu Noe… semoga bermanfaat.

MEMANISKAN RASA PERNIKAHAN KITA

Pernahkah kita merawat tanaman hingga bercabang, berdaun, berbuah, bahkan beranak pinak? Bermula dari bibit yang baik, lalu kita tanam di tanah yang baik, dengan pupuk, air, dan matahari yang cukup. Lebih dari itu, kita merawatnya dengan penuh kasih sayang. Saat ada hama atau ulat yang menggerogoti daunnya, segera kita singkirkan. Saat ada tangan jahil merusaknya, segera kita amankan. Begitulah kira-kira kehidupan sebuah pernikahan. Ia seperti tanaman yang sehat. Jika kita memberinya air, matahari, pupuk, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya dengan cukup, maka ia akan berkembang dengan baik.

Pertanyaannya sekarang, apakah air, matahari, pupuk, dan kebutuhan-kebutuhan lain yang dapat menumbuhkan tanaman pernikahan itu? Ia adalah kemauan untuk saling menerima: menerima kelebihan sekaligus kekurangannya dengan tulus. Ia adalah kemauan untuk saling memperbaiki dan memotivasi. Ia adalah kemauan untuk saling menumbuhkan. Ia adalah kemauan untuk saling mencintai. Ia adalah kemauan untuk saling berbagi. Ia adalah kemauan untuk saling memenuhi kebutuhan.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on May 13, 2011 in artikel, keluarga, tips & trik

 

Tags: ,

Kualitas Anak Kita Adalah Buah Dari Hasil Asuhan Kita

Kualitas dan sikap anak-anak kita adalah buah dari model pengasuhan dan pendidikan yang kita terapkan sehari-hari di rumah. Walaupun kita semua pasti mencintai anak-anak kita, tetapi pada prakteknya apa yang kita lakukan secara praktis kepada anak-anak kita terkadang bukan seperti yang kita niatkan. Niat kita baik, tapi tak jarang apa yang kita ucapkan dan sikapkan kepada anak tanpa sengaja merupakan sebuah hal yang buruk dan mempengaruhi perkembangan kejiwaannya.

Daripada terus mengeluh, menyalahkan anak, atau menyalahkan lingkungan; lebih baik kita melakukan refleksi atas apa-apa yang sudah (bukan sekedar harapan) kita pada anak-anak kita. Dalam refleksi itu, ada baiknya kita mengambil inspirasi kembali dari Dorothy Low Noite (“Children Learn What They Live With”). Thanks Dorothy, it’s so inspiring…
Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on May 11, 2011 in puisi

 

Tags: , ,

Ayah yang Jujur

Islamedia – Ketika seorang ayah ingin membangun kehidupan keluarga yang kuat, maka dibutuhkan saling percaya antara anggota keluarga. Ayah memberikan peranan penting untuk memulai dengan bersikap jujur. Anak-anak akan selalu belajar dari kehidupan bahwa kebaikan adalah terbentuk dari teladan yang baik. Dengan memberikan sikap yang jujur akan membantu anak untuk menerima kebenaran walaupun itu adalah pahit.

Rasulullah SAW memberikan nasehat bagaimana menyikapi kebenaran dalam sebuah hadistnya, “Katakanlah yang benar walaupun ia adalah pahit”.

Hadist ini membentuk seorang Muslim untuk selalu bersikap jujur dalam setiap perkataannya, berani menegakkan kebenaran dan berani mengungkap segala bentuk kebohongan yang ada. Ia yakin bahwa apa yang dilakukannya akan mendapat balasan yang setimpal dan adil. Ia tidak takut dengan celaan dan pujian yang membuat merubah kejujuran. Kejujuran yang menjadi prinsip hidupnya. Kejujuran dalam perkataan, perbuatan dan kemampuan. Jujur dengan kemampuan diri sendiri akan memaksimalkan diri sendiri. Ia tidak akan memaksakan dirinya untuk melakukan sesuatu di luar kemampuan dan keterbatasannya. Karena itu kejujuran memerlukan pemahaman diri. Siapakan dirinya sebenarnya, seperti apa kemampuan yang dimilikinya.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on April 12, 2011 in artikel

 

Tags: ,

Bila Ada Ego di Hati, Cinta akan Menjauh Pergi

Jika dua bilah kayu disatukan dengan paku. Dua batu bata disatukan dengan semen. Lalu dua hati di satukan dengan apa? Jawabnya, tak lain dengan iman.

Dua hati yang beriman akan mudah disatukan. Jika dua hati mengingat yang SATU (Allah SWT), pasti mudah keduanya bersatu. Begitulah dua hati suami dan isteri, akan mudah bersatu bila iman di dalam diri masing-masing senantiasa disuburkan.

Bukan tidak pernah terguris. Bukan tidak pernah bertelagah. Tetapi jika di hati sama-sama masih ada Allah Azza wa jalla, perdamaian akan mudah menjelma semula. Yang bersalah mudah meminta maaf dan yang benar mudah memberi maaf. Tidak ada dendam berkepanjangan. Sebab masam cuma sebentar dan pahit hanya sedikit. Itulah yang ditunjuk oleh teladan rumah tangga Rasulullah s.a.w.
Rasulullah juga pernah ribut… tetapi sekadarnya saja. Ibarat ada gelombang, tetapi cepat-cepat kembali menjadi tenang.

Jika ditanyakan kepada dua hati yang bercinta, siapakah yang lebih cinta pasangannya? Maka jawabnya, siapa yang lebih cintakan Allah, dialah yang lebih mencintai pasangannya. Sebelum berfikir bagaimana mengekalkan cinta berdua, berusahalah terlebih dahulu agar mencintai kepadaNya. Jika kita bersama mencintai yang Maha Kekal, pasti cinta kita akan berkekalan juga.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 31, 2011 in artikel

 

Tags: , , ,

Jangan Jadi Jauh Gara-gara Media

Ketika saya dan beberapa mahasiswa sedang makan di sebuah restoran, tiba-tiba profesor saya berkata sambil merengut, “Handphone dan internet itu memang mendekatkan yang jauh. Tetapi jangan lupa, media juga berperan menjauhkan yang dekat.”

Profesor saya itu berkomentar setelah menyaksikan pemandangan menarik tak jauh dari tempat kami. Sebuah keluarga terdiri dari ayah, ibu dan dua anak baru gede (ABG) duduk di salah satu meja. Semuanya tampak sibuk dengan benda mini bernama handphone.

Ayah dan anak yang terkecil tampak senyum-senyum sendiri sambil memandangi layar handphone. Sebaliknya, anaknya yang lain memelototi handphone-nya dengan wajah cemberut. Sementara sang ibu serius mengirim short message service (SMS).

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on March 15, 2011 in keluarga

 

Tags: , ,