RSS

Tag Archives: umur

Agar Umur Menjadi Berkah

AGAR UMUR MENJADI BERKAH
oleh Mazlan Salim

Seorang nenek bertanya kepada Rasulullah apakah kelak ia akan masuk surga. Beliau menjawab : “Tidak akan ada nenek-nenek di surga”. Mendengar jawaban ini spontan sang nenek menangis. Lalu Rasulullah berkata kepadanya bahwa di surga memang tidak ada nenek-nenek karena semua akan dijadikan muda belia. Sang nenek pun langsung tersenyum gembira.

Kisah ini biasanya dikutip untuk menjelaskan semangat humor Rasulullah saw. Namun, dari sisi lain ada hikmah yang dapat kita ambil berkaitan dengan sikap seseorang terhadap umurnya. Sang nenek dalam kisah diatas – sepertinya – tidak peduli apakah dia muda atau tua, karena yang penting dia bisa masuk surga. Siapa pun memiliki peluang yang sama untuk masuk surga, baik muda maupun tua. Dalam pergaulan sehari-hari kita sering menjumpai orang-orang muda yang enggan bicara akhirat karena menurut mereka itu urusan nanti kalau sudah tua. Padahal bukankah kematian bisa datang kapan saja ? Dan sebaliknya, ada banyak orang tua yang belum tergerak hatinya untuk memikirkan nasibnya di akhirat. Padahal, boleh jadi Allah swt panjangkan umurnya untuk memberi kesempatan agar kembali kepada-Nya.

Read the rest of this entry »

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on January 29, 2012 in artikel, renungan

 

Tags: , , ,

Umur yang Mencair seperti Es

by Yanuk Wulandari on Thursday, December 10, 2009 at 11:15am

Cepat sekali waktu berlalu. Mengalir tak pernah berhenti. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik, bergerak. Waktu tak dapat ditunda, tak dapat ditahan dan tak mungkin ada yang mampu mengulang. Itu artinya, usia kita pun berkurang. Kita… semakin dekat ke liang lahat. Saudaraku, entah, apakah pertambahan dan perguliran waktu itu, berarti mendekatkan diri kita pada kenikmatan surga. Atau mendekatkan kita pada kesengseraan neraka. Nauzubillah….

Rasul saw. Menyifatkan cepatnya perjalanan waktu kehidupan seperti perjalanan seorang musafir yang hanya sejenak berhenti di bawah pohon di tengah perjalanan yang amat panjang. Para ulama juga banyak menguraikan ilustrasi tentang hidup yang amat singkat ini. “Umurmu akan mencair seperti mencairnya es, ” kata Imam Ibnul Jauzi. (Luthfu fil Wa’z, 31)

Saudaraku, sahabatku,Semoga Allah memberkahi sisa usia kita, Permasalah terbesar setiap orang adalah ketika kecepatan umur dan waktu hidupnya tidak seiring dengan kecepatannya untuk menyelamatkan diri dari penderitaan abadi di akhirat. Ketika, usia yang sangat terbatas itu tidak berfungsi sebagai pelindung diri dari beratnya adzab dan siksa Allah swt. Di saat, banyaknya hembusan dan tarikan nafasnya tak sebanding dengan upaya dan jihadnya untuk terhindar dari lubang kemurkaan Allah. Ketika, jumlah detak jantung dan aliran darah yang di pompa di dalam tubuhnya, tak sebanyak gerak dan tingkahnya untuk menjauhi berbagai kemaksiatan yang dapat memunculkan kesengsaraan akhirat.

Saudaraku,Sesungguhnya jiwa kita adalah milik Allah dan kepada-Nya lah jiwa ini akan kembali….Suasana hati seperti inilah yang perlu kita tumbuhkan. Adakah di antara kita yang tidak mempunyai dosa? Atau merasa mampu menebus kotoran dan dosa yang telah dilakukan selama puluhan tahun usia yang telah lewat? Tentu tidak. Perasaan kurang, merasa banyak melakukan kemaksiatan, lalu menimbulkan penyesalan adalah bagian dari pintu-pintu rahmat Allah yang akan mengantarkan kita pada taubat. Suasana hati seperti inilah yang akan mendorogng pemilikinya bertekad mengisi hari dengan amal yang lebih untuk menebus kesalahan yang lalu.

Saurdaraku, mari menangguk pahala, meraih rahmat dan ampunan Allah sebanyak-banyaknya sekarang juga. Perbanyaklah dzikir, bersedekah, berjihad dan beramal shalih…..Tak ada kata terlambat untuk melakukan kebaikan. Sekarang dan jangan tunda-tunda lagi niat baik kita…. Semoga Allah meneguhkan kekuatan kita untuk melakukan kebaikan yang kita niatkan…Amiiin

 
Leave a comment

Posted by on December 10, 2009 in hikmah

 

Tags: , , ,