RSS

Monthly Archives: December 2013

Belajar dan Mengajarkan Al Qur’an #onedayonejuz

One Day One Juz #Indonesia Mengaji_resize

Dari ‘Usman bin Affan ra., ia berkata, Rasulullah saw bersabda. “Orang yang paling baik diantara kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya”. (Hadist ini adalah hadist shahih yang diriwayatkan oleh imam Al-Bukhori, Abu Daud, Al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Darimi ).

Kandungan Hadist :

Anjuran untuk mempelajari al-Qur’an, memperhatikan dan mengenal hukum-hukum, aqidah, sunnatullah yang menimpa umat terdahulu yang terkandung di dalamnya, serta apa-apa yang Allah perintahkan dan yang Allah larang, karena di dalamnya terdapat keberuntungan di dunia dan akhirat.

Orang yang berilmu seharusnya mengajarkan ilmunya setelah ia mempelajarinya. Dan semua itu akan diberi pahala, tapi yang paling sempurna pahalanya adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain.

Orang yang mempelajari al-Qur’an akan mendapat kemuliaan dan diangkat derajatnya sesuai pengetahuannya.
Pembaca al-Qur’an yang tidak berguru tidak akan mampu membacanya dengan benar sesuai dengan hukum-hukum ilmu tajwid, dan tidak dapat mengetahui ilmu yang terkandung di dalamnya. Karena semua itu membutuhkan seorang guru, oleh karena itu Nabi SAW. menganjurkan untuk mempelajari dari para ahlinya dan menganjurkan orang yang mempelajari agar mengajarkannya, yang tentunya hal itu sangat bergantung kepada orang yang mengajarinya.

Penjelasan:

Dalam sebagian besar kitab, hadist ini diriwayatkan dengan menggunakan huruf wa (dan), sebagaimana terjemahan di atas. Dan keutamaan yang disebuntukan menurut terjemahan di atas diperuntukkan bagi orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain. Namun di beberapa kitab lainnya, ada yang diriwayatkan dengan menggunakan huruf aw (atau), sehingga apabila diterjemahkan akan memiliki arti, “ Yang terbaik adalah yang belajar al-Qur’an saja atau yang mengajarkan al-Qur’an saja.” Keduanya akan mendapatkan derajat yang utama.

Al-Qur’an adalah inti agama. Menjaga dan menyebarkannya berarti menegakkan agama, sehingga sangat jelas keutamaan mempelajari dan mengajarkannya, walaupun bentuknya berbeda-beda. Yang paling sempurna adalah mempelajarinya dan akan lebih sempurna lagi jika mengetahui maksud dan kandungannya. Dan yang terendah adalah sekedar mempelajari bacaannya saja. Rasulullah SAW menguatkan hadist di atas dengan sebuah hadist dari Sa’id bin Sulaim r.a. secara mursal bahwa barangsiapa mempelajari al-Qur’an, tetapi ia menganggap orang lain yang telah diberi kelebihan selain al-Qur’an itu lebih utama darinya, berarti ia telah menghina nikmat Allah swt yang dikaruniakan kepadanya, yaitu taufik untuk mempelajari al-Qur’an.

Sebagaimana akan diterangkan dalam hadist-hadist selanjutnya, al-Qur’an itu lebih tinggi dari kalam lainnya sehingga diyakini bahwa membaca dan mengajarkannya itu lebih utama daripada segalanya. Disebutkan dalam hadist lainnya oleh Mulla Ali Qari rah, bahwa barangsiapa yang menghafal al-Qur’an, maka ia telah menyimpan ilmu-ilmu kenabian di dalam kepalanya. Sahal Tustari rah berkata, “Tanda-tanda cinta kepada Allah SWT. adalah menanamkan rasa cinta terhadap al-Qur’an di dalam hatinya.” Diterangkan dalam Syarah Al Ihya bahwa di antara golongan orang yang mendapatkan naungan Arsy Illahi pada hari kiamat yang penuh ketakutan adalah orang yang mengajarkan al-Qur’an kepada anak-anak dan orang yang mempelajari al-Qur’an ketika masih kanak-kanak dan selalu menjaganya pada masa tuanya.

Selain itu disebutkan juga orang yang terbaik adalah yang terkumpul padanya dua sifat, yaitu mempelajari al-Qur`an dan mengajarkannya. Ia mempelajari al-Qur`an dari gurunya, kemudian ia mengajarkan al-Qur`an tersebut kepada orang lain. Mempelajari dan mengajarkannya di sini mencakup mempelajari dan mengajarkan lafazh-lafazh al-Qur`an; dan mencakup juga mempelajari dan mengajarkan makna-makna al-Qur`an.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2013 in artikel

 

Tags: ,

Belajar Melihat

belajar melihat dengan lebih jelasSalah satu pelajaran yang paling saya gemari sewaktu mengikuti program doktoral di Amerika Serikat adalah ini, “belajar” melihat. Pembimbing saya, Prof Clark McPhail, seorang ahli kerumunan memperlihatkan betapa banyak orang “yang punya mata namun tak melihat.”

Persis seperti syair lirik lagu Bimbo yang biasa diputar di bulan Ramadhan. Atau lebih lengkap lagi, “punya telinga tak mendengar, punya harta tak bersedekah.”

Nah, katanya, akhir tahun adalah saat yang tepat untuk “belajar” kembali, mengasah panca indera, khusus untuk melihat hal-hal yang tak terlihat. Pertanyaannya, kalau semua yang kasat mata itu terlihat jelas, mengapa hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengambil kesempatan?

Akhir Tahun

Selain menikmati bonus dari kerja keras sepanjang setahun dan memilih liburan, sikap manusia akhir tahun juga sangat dibentuk oleh persepsinya terhadap keadaan di tahun berikutnya. Membaca tanda-tanda ini bisa mengasah intuisi karena bisa jadi apa yang Anda “lihat” sangat berbeda dengan yang Anda dengar dari media massa dan ucapan-ucapan orang lain, atau bahkan persepsi umum yang beredar.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 27, 2013 in artikel

 

Tags: ,

Jagalah Lisan

Jagalah LisanmuTidak ada kebaikan dari kebanyakan obrolan (bisikan) mereka kecuali pembicaraan orang yang menyuruh bersedekah, berbuat kebaikan, atau berdamai antarsesama. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari ridha Allah, kelak Kami memberinya pahala yang besar.” (QS 4: 114).

Menjaga lisan dari pembicaraan yang sia-sia sangat ditekankan dalam agama. Banyak ayat Alquran maupun hadis yang memerintahkan demikian. Dengan redaksi yang berbeda-beda, kedua rujukan tersebut mewanti-wanti kita agar hati-hati dalam berbicara.

Lisan menjadi kunci keselamatan sekaligus sumber malapetaka. Orang yang menjaga lisannya dengan berkata jujur, bertutur santun, serta hanya berbicara kebaikan akan selamat di dunia maupun di akhirat kelak.

Sebaliknya, lisan yang berkata kotor cenderung menyudutkan, merendahkan, menghina, apalagi memfitnah, dan mengadu domba akan mencelakakan.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 27, 2013 in adab

 

Tags: , ,

Cara Rasulullah Berkomunikasi

komunikasi dengan anak itu penting - danboo imageRasullullah SAW adalah sosok yang fasih berbicara. Sedikit bicara namun penuh makna, mudah dimengerti, dan tidak menyinggung perasaan orang yang diajak berbicara.

Berkomunikasi adalah hal yang penting dalam hubungan antara manusia, bahkan di masa kini, komunikasi sangat menentukan sukses tidaknya seseorang dalam segala sisi kehidupan. Rasulullah SAW adalah seorang komunikator yang handal. Seorang teladan luar biasa yang sepantasnya kita tiru.

Berikut ini adalah beberapa tips yang diangkat dari teladan beliau dalam berkomunikasi:

  1. Rasullullah SAW adalah sosok yang fasih berbicara. Sedikit bicara namun penuh makna, mudah dimengerti, dan tidak menyinggung perasaan orang yang diajak berbicara.
  2. Ketika ada yang salah dan harus dihukum, maka hukumlah dengan adil tanpa harus menghinakannya.
  3. Berikan motivasi perbaikan diri kepada orang yang dihukum dan sudah menyesali kesalahannya, bukan malah menghina atau mencemoohnya.
  4. Read the rest of this entry »
 
Leave a comment

Posted by on December 26, 2013 in hikmah

 

Tags:

Doa untuk Anak yang Baru Lahir

ucapan selamat kelahiran anak

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

“Semoga Allah memberkahimu dalam anak yang diberikan kepadamu. Kamu pun bersyukur kepada Sang Pemberi, dan dia dapat mencapai dewasa, serta kamu dikaruniai kebaikannya”

Sedang orang yang diberi ucapan selamat membalas dengan mengucapkan:

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَزَاكَ اللهُ خَيْرًا، وَرَزَقَكَ اللهُ مِثْلَهُ، وَأَجْزَلَ ثَوَابَكَ

“Semoga Allah juga memberkahimu dan melimpahkan kebahagiaan untukmu. Semoga Allah membalasmu dengan sebaik-baik balasan, mengaruniakan kepadamu sepertinya dan melipat gandakan pahalamu”[1]


[1] Lihat Al-Adzkar, karya An-Nawawi, hal. 349, dan Shahih Al-Adzkar lin Nawawi, oleh Salim Al-Hilali 2/713

Sumber:
Hisnul Muslim oleh Syaikh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

sumber: http://doandzikir.wordpress.com/2011/04/10/ucapan-selamat-bagi-orang-yang-dikaruniai-anak-dan-balasannya/

 

 
Leave a comment

Posted by on December 25, 2013 in adab

 

Tags: ,

Salim A Fillah – Memaknai Natal dan Perbedaan Ulama

Salim A Fillah1. Natal ini, terkenang ujaran Allahu yarham KH Abdullah Wasi’an (kristolog Jogja -red); “Saudara-saudaraku Nashara terkasih, beda antara kita tidaklah banyak.”

2. Wasi’an: “Kalian mengimani Musa, juga ‘Isa. Kamipun sama. Tambahkanlah satu nama; Muhammad. Maka sungguh kita tiada beda.”

3. Wasi’an: “Kalian imani Taurat, Zabur, & Injil. Kamipun demikian. Tambahkan Al Quran, maka sungguh kita satu tak terpisahkan.”

4. Sungguh adanya kerahiban jadikan kalian lembut hati & dekat pada kami; sementara Yahudi & musyrik musuh terkeras kita. (QS 5: 82).

5. Tapi mungkin memang sudah tabiat ‘aqidah, satu sama lain tak rela jika kita tak serupa dalam agama secara sepenuhnya. (QS 2: 120).

6. Bagaimanapun, selama kita tak saling memerangi & usir-mengusir tersebab iman, tak terlarang kita saling berkebajikan. (QS 60: 8).

7. Maka inilah kita mencari titik singgung iman demi kebersamaan; itulah pengakuan ke-Ilahi-an Allah tanpa persekutuan. (QS 3: 64).

8. Tetapi kami insyafi sepenuhnya, yakin di dada tak bisa dipaksakan. Kami hormati segala nan tak bisa dipertemukan. (QS 109: 6).

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 25, 2013 in info / berita

 

Tags: ,

Fatwa MUI tentang Perayaan Natal Bersama

Logo MUI HalalKEPUTUSAN KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA TENTANG PERAYAAN NATAL BERSAMA

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, setelah:

Memperhatikan:

  1. Perayaan Natal bersama pada akhir-akhir ini disalah artikan oleh sebagian ummat Islam dan disangka dengan ummat Islam merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.
  2. Karena salah pengertian tersebut ada sebagian orang Islam yang ikut dalam perayaan Natal dan duduk dalam kepanitiaan Natal.
  3. Perayaan Natal bagi orang-orang Kristen adalah merupakan ibadah.

Menimbang:

  1. Ummat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal Bersama.
  2. Ummat Islam agar tidak mencampur adukkan aqiqah dan ibadahnya dengan aqiqah dan ibadah agama lain.
  3. Ummat Islam harus berusaha untuk menambah Iman dan Taqwanya kepada Allah SWT.
  4. Tanpa mengurangi usaha ummat Islam dalam Kerukunan Antar Ummat Beragama di Indonesia.

Meneliti kembali:

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on December 25, 2013 in info / berita

 

Tags: ,