RSS

MEMANISKAN RASA PERNIKAHAN KITA

13 May

artikel bagus yang kudapatkan dari FBnya bu Noe… semoga bermanfaat.

MEMANISKAN RASA PERNIKAHAN KITA

Pernahkah kita merawat tanaman hingga bercabang, berdaun, berbuah, bahkan beranak pinak? Bermula dari bibit yang baik, lalu kita tanam di tanah yang baik, dengan pupuk, air, dan matahari yang cukup. Lebih dari itu, kita merawatnya dengan penuh kasih sayang. Saat ada hama atau ulat yang menggerogoti daunnya, segera kita singkirkan. Saat ada tangan jahil merusaknya, segera kita amankan. Begitulah kira-kira kehidupan sebuah pernikahan. Ia seperti tanaman yang sehat. Jika kita memberinya air, matahari, pupuk, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya dengan cukup, maka ia akan berkembang dengan baik.

Pertanyaannya sekarang, apakah air, matahari, pupuk, dan kebutuhan-kebutuhan lain yang dapat menumbuhkan tanaman pernikahan itu? Ia adalah kemauan untuk saling menerima: menerima kelebihan sekaligus kekurangannya dengan tulus. Ia adalah kemauan untuk saling memperbaiki dan memotivasi. Ia adalah kemauan untuk saling menumbuhkan. Ia adalah kemauan untuk saling mencintai. Ia adalah kemauan untuk saling berbagi. Ia adalah kemauan untuk saling memenuhi kebutuhan.


Namun, di antara kemauan-kemauan tersebut, ada beberapa hal sederhana yang bisa kita lakukan sebagai upaya untuk memberi “rasa” pada pernikahan kita sehingga pernikahan yang sudah berjalan, berapa pun usianya, menjadi tidak hambar. Hambar dan manisnya rasa pernikahan itu akan berpengaruh pada kelanjutan kehidupannya. Memaniskan rasa pernikahan ternyata tidak selalu dengan sesuatu yang berat. Berikut ini adalah upaya-upaya sederhana yang berefek dahsyat untuk memaniskan rasa pernikahan kita.

Pertama, berikan pesan cinta

Berikan kejutan pada pasangan dengan dengan pesan-pesan cinta, baik melalui SMS, email, maupun surat. Kita bisa juga menyelipkan catatan yang berisi pesan cinta di tempat-tempat yang tidak terduga, seperti dapur, di tas yang sering dibawa yang sering dibawa pasangan kita, pada lipatan buku yang tengah dibaca pasangan Anda, di pintu kamar, lemari, kaca rias, dan sebagainya. Jangan sungkan-sungkan untuk mengatakan “aku mencintaimu” ketika bertemu dan akan berpisah. Awalnya susah, karena tidak pernah mengucapkannya. Seringkali rasa malu mendominasi perasaan kita. Yang perlu kita pikirkan adalah bahwa pasangan kita akan sangat bahagia mendengarnya. Ungkapan cinta seperti ini akan membuat pasangan kita merasa dihargai dan dibutuhkan. Perasaan itu akan memberi energi yang besar, yang akan membuat perasaan dan hidupnya menjadi lebih baik.

Kedua, penuhi tangki cintanya

Pasangan kita memiliki tangki cinta yang akan menjadi energi untuk membuat pernikahan menjadi jauh lebih baik. Nah, kita punya peran untuk mengisinya. Salah satunya adalah dengan memberinya pelukan dan ciuman yang ia butuhkan. Seorang praktisi pernikahan, Ronnit Baras, menyatakan setidaknya sehari berikan 12 kali kali pelukan dan ciuman itu. Selain itu, kita bisa memanggilnya dengan sayang, dengan panggilan yang ia menyukainya. Melakukan hal-hal kecil yang bermakna untuk perasaan emosionalnya juga dapat kita lakukan, seperti membawakannya bunga, memijitnya, memberinya hadiah, memasang fotonya di dompet, menggandeng tangannya, memuji pakaiannya, memujinya ayah/ibu yang baik buat anak-anak, menyediakan makanan atau minuman kesukaannya, mengusap rambut atau tangannya untuk menunjukkan rasa sayang padanya, bertanya “Adakah yang bisa kubantu?”, mengundang teman-temannya, memberi hadiah pada ibunya (mertua kita), memuji kecantikan/ketampanannya, menyimpan piala penghargaannya dan membanggakannya di hadapan orang, dan sebagainya. Tidak lupa, selau tersenyumlah. Pasangan akan semakin merasa berarti jika kita selalu memberinya senyuman. Baginya, dunia akan gelap gulita saat senyum terasa jauh dari bibir kita.

Ketiga, wujudkan kebersamaan

Membuat jadwal kebersamaan menjadi momen yang baik untuk menciptakan energi. Memasak bersama, makan bersama, membereskan rumah bersama, nonton film bersama, membaca buku bersama, membersihkan kebun/taman bersama adalah contoh-contoh kebersamaan yang bisa mengakrabkan hubungan kita dengan pasangan.

Keempat, dengarkan dia

Setelah seharian terpisah karena aktivitas, tanyakan aktivitasnya hari ini. Dengarkan dengan baik, pujilah saat perlu dipuji, dan tampakkan ekspresi bahwa kita antusias mendengarnya. Saat ia marah, tetap dengarkan dia, jangan menyela, dan jangan sekali-kali mencoba memberinya nasihat kecuali ia memintanya.

Kelima, rancang momen istimewa

Rancanglah momen istimewa untuk kita dan pasangan. Ulang tahun pernikahan menjadi momen bagus untuk upaya ini dengan menghadirkan kembali rasa dan suasana awal menikah dulu, kembali mengingat komitmen pernikahan. Membuat waktu khusus untuk kita dan pasangan pun harus kita pikirkan. Kadang-kadang, untuk sesaat kita lupakan hiruk pikuk anak-anak untuk menikmati masa kebersamaan ini. Mendengarnya ceritanya, tanpa merasa ia dinomorduakan setelah anak-anak, pekerjaan, dan sebagainya.

Keenam, terlibat dalam aktivitas rumah tangga

Rumah tangga dibangun oleh pasangan. Karena itu, merawat, menjaga, membuatnya indah adalah menjadi tugas bersama. Suami istri sebaiknya terlibat dalam aktivitas rumah tangga secara proporsional. Membiarkan istri berkutat di dalamnya akan membuat istri merasa tidak didukung dan merasa sendiri. Hal ini pun berimbas pada sense of belonging suami pada rumah tangga yang dibangunnya. Karena itu, melibatkan diri dalam aktivitas rumah tangga bagi seorang suami menjadi penting, meskipun hal itu dilakukannya dalam porsi yang kecil, seperti memandikan anak-anak, membacakan buku cerita, membuang sampah, menjemurkan baju, membersihkan kamar mandi, membetulkan komputer atau barang-barang elektronik yang rusak, dan sebagainya.

Ketujuh, percayai dia

Katakan padanya “Aku mempercayaimu ….”. Ungkapan itu akan memberinya energi yang maha dahsyat dan memberi keajaiban dalam hubungan kita dengan pasangan. Dipercaya akan memberinya motivasi besar untuk berbuat, bahkan berbuat yang terbaik. Dipercaya akan menumbuhkan mental yang positif untuk kesehatan emosionalnya. Sebaliknya, saat pasangan meragukan kita, energi dan kerja optimal yang kita punya tidak pernah keluar dengan baik.

Kedelapan, hargai privasinya

Meskipun pasangan menjadi “milik” kita, tetapi memberinya privasi tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan pernikahan. Karena itu, berikan ruang baginya untuk berekspresi, menyalurkan hobinya, melakukan sesuatu yang mungkin kita tak menyukainya, bergaul dengan teman-temannya, dan sebagainya. Termasuk dalam hal ini adalah memberinya kesempatan pada pasangan kita untuk terlibat dalam percakapan dengan teman, kakak, orang tua, dan sebagainya. Satu hal yang kadang tidak kita pikirkan, percakapan ini dapat memberinya dukungan emosional pada pasangan kita.

Itulah beberapa hal yang bisa kita praktikkan untuk menaniskan rasa pernikahan kita. Selamat mencoba dan selamat menikmati rasa manisnya.

sumber
Yogyakarta, 7 Mei 2011

 
Leave a comment

Posted by on May 13, 2011 in artikel, keluarga, tips & trik

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: