RSS

Monthly Archives: January 2010

Menikmati Kesulitan dan Tantangan

jalan lurus

Kekuatan tidak didapat dari duduk santai dan pekerjaan gampangan. Kita bisa menanyakannya kepada para olahragawan, atlet binaraga misalnya. Segalanya datang dari kesulitan dan tantangan. Para atlet binaraga tahu bahwa mereka harus menempa semua otot mereka agar bertumbuh. Dan sama dengan hal itu, karakter kita akan ditempa dengan kesulitan yang kita temui.

Tanpa kesulitan, kita tidak akan mengenal kenikmatan, apalagi menikmatinya. Kesulitan dalam hidup, hanyalah agar kita lebih mengenali kenikmatan hidup. Setiap rintangan yang berhasil diatasi, akan membuat kita menjadi lebih kuat. Setiap tantangan yang kita lewati, menghasilkan kegembiraan yang lebih sempurna.

Tantangan memberi kita tugas untuk dikerjakan.

Bayangkan betapa keringnya hidup bila segala sesuatu muncul begitu saja saat kita inginkan. Hargailah masa susah, karena masa itu berlimpah kesempatan. Bangkitlah menghadapi tantangan pahit, dan hidup kita akan terasa manis.

Tahukah Kita.??
Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on January 21, 2010 in hikmah

 

Tags: ,

..Kisah seOrang Raja dan Laba2..

Dahulu kala di negeri Skonlandia, ada seorang raja bernama Bruce.

Dia sudah enam kali memimpin pasukannya menuju medan perang melawan sang agresor dari England, namun selama enam kali pertempuran itu, pasukannya selalu babak belur dihajar oleh musuh, hingga terpaksa mengalami kekalahan dan melarikan diri ke hutan.

Akhirnya, dia sendiri juga bersembunyi di sebuah gubuk kosong di dalam hutan belantara.

Suatu hari, hujan turun dengan derasnya, air hujan menerobos dari atap rumah yang bocor mengenai muka Bruce, sehingga dia terbangun dari tidurnya. Sesaat dia merenungi nasibnya yang malang karena tidak dapat mengalahkan musuh, walaupun dia telah mengerahkan segala daya upaya.

Semakin dia memikirkan hal ini, hatinya semakin pedih dan hampir putus asa.

Pada saat itu, mata Bruce menatap ke atas balok kayu yang melintang diatas kepalanya, disana ada seekor laba-laba sedang merajut sarangnya.
Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on January 20, 2010 in hikmah

 

Tags: ,

…Menuai Apa yang kita TaNam..

Pada suatu hari, seorang pemilik perusahaan ternama dan sekaligus sebagai presiden direkturnya yang sudah berusia lanjut tiba-tiba muncul di kantornya sekitar jam 07.00 pagi.

Para pimpinan dan karyawan perusahaan tersebut terkejut karena tidak biasanya sang Bos datang ke kantor sepagi itu. Biasanya ia hadir paling cepat setelah waktu zuhur atau makan siang. Itupun tidak setiap hari. Paling hanya tiga atau empat hari se pekan.

Semua yang meilihat kedatangan sang pemilik perusahaan tersebut bertanya-tanya dalam diri : Ada apa gerangan? Pasti ada sesuatu yang amat penting yang terjadi. Namun tak seorangpun yang dapat menerka apa sesugguhnya yang terjadi atau apa yang ada dalam benak kakek sang milyuner itu.

Di pagi yang cerah itu, ternayata beliau membawa sebuah gagasan besar yang tergolong berani. Gagasan tersebut bahwa ia telah memutuskan untuk mundur memimpin perusahaan yang ia bangun sendiri dan pimpin sejak 30 tahun lalu. Yang menarik lagi ialah, ia tidak mau menyerahkan kepemimpinan perusahaannya kepada anak-anaknya, karena takut tidak dikelola secara professional.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on January 19, 2010 in hikmah

 

Tags: , , , ,

..catatan kerinduanku..

Hari ini adalah hari yang luar biasa. Hari yang cukup melelahkan dg berbagai pekerjaan d kantor sekaligus hari yg menyenangkan bagiku. Sudah beberapa hari terakhir ini aku memimpikan ibuku, bapakku dan juga kedua adikku. Entah ada firasat apa aku tak tau, yg kurasa hanya rasa rindu tuk bersua kembali dg mereka. Namun apa daya, rupanya kerinduan itu hanya mampu kupendam dalam hati, tuk sekedar sms pun tidak..!

Kembali kutekuni kegiatanku dan beraktivitas seperti biasanya. Kucoba kesampingkan sisi sentimentil itu dan kucoba bertahan dg kembali menyibukkan diri dg setumpuk pekerjaan. Siang berlalu, aku masih asyik dg kerjaanku, terlebih hari ini dapat ‘durian runtuh’ dr salah satu rekan kerja.

Tak terasa sore menjelang.. Ketika sedang asyik berdiskusi satu hal dg rekan kerja, tiba2 ponselku berdering. Kupikir salah satu temanku, tapi setelah kulihat nama yg tertera adalah…ibuku…!

Sedikit gugup kuangkat, dan meluncurlah kata2 kerinduan itu. Yah, meskipun hanya bisa mendengar suaranya, tetapi itu sudah cukup menghibur diriku. Dan cukup mengobati rasa kangenku.. Terlebih hari ini adalah hari yg spesial. Hari ini hari ulangtahun ade’ku yg gede..

Met milad y yud, maafkan kakakmu hanya bisa menyapa lewat tulisan.
Ya Allah… Bila kesempatan itu masih ada, kuingin bersua dg keluargaku..
Kapankah hari itu tiba…?!

 
Leave a comment

Posted by on January 15, 2010 in kisahku

 

Tags: ,

…kriteria suami yang shaleh…

Sembari menunggu waktu istirahat, kucoba browse d net, eh ga taunya nemu artikel yg lumayan. Nih, akan kubagi ma sobat semua dg sedikit diedit oleh penulis…

Semua orang pasti mendamba kehidupan rumah tangga yg sakinah, mawaddah wa rahmah.. Semuanya itu tentu berawal dari bagaimana cara kita dalam memilih pasangan hidup kita kelak.. [krn cuma sekali seumur hidup loh, so jangan salah pilih]

Nah, kalo perempuan itu dinikahi krn 4 hal [udah tau kan 4 hal itu apa aja..?], begitu juga dg lelaki. Kriteria suami yang shaleh adl suami yg selalu berusaha melaksanakan seluruh kewajiban scr baik dan bertanggungjawab. Apabila seorang ikhwan bisa melaksanakan kewajiban2 d bwah ini, nah patut qt filter tuh, hihihi… 😀
Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on January 14, 2010 in artikel

 

Tags: , , , ,

..Kisah Pohon Apel..

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu. “Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu. “Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.” Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih. Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. “Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel. “Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” “Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on January 14, 2010 in hikmah

 

Tags: ,

Menghargai Perbedaan

Kisah ini begitu menggelitik dan seringkali terjadi di sekitar kita, tanpa kita sadari. Mari kita simak bersama..

Pada suatu waktu, ada seorang mahaguru yang ingin mengambil break dari kehidupannya sehari-hari sebagai akademisi. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke sebuah pantai dan meminta seorang nelayan untuk membawanya pergi melaut sampai ke horizon.

Seperempat perjalanan, mahaguru tersebut bertanya, “Wahai nelayan, apakah Anda mengenal ilmu geografi?” Sang nelayan menjawab, “ilmu geografi yang saya ketahui adalah kalau di laut sudah mulai sering ombak pasang, maka musim hujan segera akan tiba.” “Nelayan bodoh!” kata mahaguru tersebut. “Tahukah kamu bahwa dengan tidak menguasai ilmu geografi kamu sudah kehilangan seperempat kehidupanmu.”

Seperempat perjalanan berikutnya, mahaguru tersebut bertanya pada nelayan apakah dia mempelajari ilmu biologi dan sains? Sang nelayan menjawab bahwa ilmu biologi yang dia kenal hanyalah mengetahui jenis ikan apa saja yang dapat dimakan. “Nelayan bodoh, dengan tidak menguasai sains kamu sudah kehilangan seperempat kehidupanmu.” Kemudian mahaguru tersebut bercerita tentang Tuhan yang menciptakan umat manusia dengan struktur tubuh, kapasitas otak yang sama, dan lain-lain.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on January 13, 2010 in hikmah

 

Tags: , , , ,