RSS

Mencintai Buku; Kuncinya di Orangtua

12 Dec

“Buku adalah jendela dunia”.

“Buku, gudang ilmu”.

Fadhil di Perpustakaan Amin

Fadhil ikut seneng baca di “Perpustakaan Amin” Jatim Park, Batu

Kita sering membaca berbagai slogan berisi sanjungan terhadap buku. Memang, siapa pun tahu betapa buku amat sangat bermanfaat. Sanjungan-sanjungan terhadap buku membuktikannya.

Namun, sering dikeluhkan di berbagai kesempatan tentang rendahnya tingkat minat baca anak-anak atau tentang buku yang bukan menjadi media yang dekat dengan anak-anak. Ketimbang buku, anak-anak kita kebanyakan lebih menyukai media TV, videogame, internet atau HP. Kalau toh membaca buku, yang disukai anak-anak adalah komik.

Sebenarnya, kunci kedekatan anak-anak dengan media ada pada orangtua. Termasuk buku. Anak menyukai media tertentu umumnya karena dikenalkan atau dikondisikan oleh orangtuanya.

Karena itu tidak heran jika para ahli menyebutkan bahwa kunci penumbuhan minat baca sesungguhnya ada pada orangtua. Orangtualah yang harus mempersiapkan kondisi-kondisi yang membuat anak menyukai buku sejak kecil.

Banyak sekali orangtua yang menyadari ini, namun melakukan cara yang salah sehingga sasaran utama (yakni anak menyukai buku) menjadi tak tercapai. Padahal, yang seharusnya dilakukan orangtua sebenarnya sederhana saja: pengkondisian. Ini seharusnya dilakukan dengan cara yang halus.

***

Kesalahan yang cukup sering dilakukan orangtua adalah hanya menyuruh anak-anak. Anak-anak didesak untuk membaca, membaca, membaca. Anak-anak dikuliahi tentang manfaat buku. Tetapi si orangtua sendiri tidak membaca buku. Dengan kata lain, orangtua tidak memberikan teladan bahwa dirinya juga menyukai buku.

Anak-anak adalah peniru orangtua. Jadi, jika ingin anak membaca, salah satu yang harus dilakukan orangtua adalah menjadikan dirinya sendiri untuk dekat dengan buku. Anak yang melihat orangtuanya terbiasa dengan buku juga umumnya akan melakukan imitasi.

Cara lainnya adalah dengan memberikan gambaran kepada anak bahwa karena demikian pentingnya buku maka buku adalah bagian hidup yang tak terpisahkan. Karenanya buku “harus hadir di mana-mana”.

Jadi, buatlah buku hadir memenuhi rumah. Anak harus hidup di lingkungan buku. Jadi, penuhilah rumah dengan buku. Beberapa tahun lalu saya mendapat sebuah stiker dari Penerbit Balai Pustaka yang sangat tepat menggambarkan betapa pentingnya buku dalam rumah. Stiker itu berbunyi: “Ruang tanpa buku sama seperti tubuh tanpa jiwa”.

Di rumah, buku harus diletakkan di tempat yang mudah dijangkau anak-anak. Apa boleh buat, sebagian orangtua amat menghormati buku. Demikian hormatnya, sehingga buku ditata sangat rapi dan ditaruh di tempat yang tak mudah dijangkau (agar tak berantakan). Akibatnya, anak-anak hanya akan menganggap buku sebagai hiasan pemanis rumah, bukan benda yang ramah bagi mereka dan dapat dibuka-buka kapan pun mereka mau.

Pengkondisian lainnya adalah melalui kebiasaan rutin. Misalnya, melalui kegiatan belanja bulanan. Untuk menanamkan ke anak bahwa buku itu penting dan wajib kita  ”lahap”, tak usah dengan kata-kata, tetapi cukup dengan misalnya setiap kali menyelipkan buku di antara daftar belanja bulanan. Dengan demikian kita memberikan gambaran bahwa buku sama pentingnya dengan makanan yang kita harus konsumsi.

Hal lain yang dapat dilakukan orangtua adalah selalu memberi hadiah buku jika ingin menghadiahi anak-anak. Kalau toh buku tidak menjadi hadiah tunggal, paling tidak buku menjadi salah satu dari hadiah yang diberikan. Ini, lagi-lagi dapat membentuk kesan tentang betapa pentingnya buku.

***

Sayangnya, harga buku tidak murah. Tak semua keluarga dapat memberikan kondisi ideal kepada anak-anaknya dengan menyediakan buku sebanyak-banyaknya di rumah. Karenanya, diperlukan siasat lain.      

Untuk mendekatkan anak dengan bacaan, yang dapat dilakukan adalah sering-sering mengajak anak ke perpustakaan atau ke taman bacaan. Tetapi, dalam rangka memberi teladan tadi, yang seharusnya dilakukan orangtua di perpustakaan atau taman bacaan adalah ikut memilih buku dan membaca. Anak-anak senang melalukan kegiatan bersama dengan orangtuanya. Sayangnya, di perpustakaan atau taman bacaan, banyak orangtua yang hanya sekedar mengantar anaknya. Mereka tak ikut membaca.

Siasat lainnya adalah rajin-rajin mendatangi pameran buku. Saat pameran buku kita dapat memperoleh buku dengan harga lebih murah karena biasanya ada diskon.

Yang lainnya adalah membeli di pasar buku bekas atau loak. Jika kita jeli, banyak buku bagus dijual di pasar loak dan tentu harganya jauh lebih murah. Tak jarang buku-buku yang dijual sebenarnya masih baru, cuma cacat sedikit atau tersimpan terlalu lama di gudang.

Fadhil dan Perpustakaan

Perpustakaan Amin di Batu menyediakan lebih dari 6000 koleksi buku berbagai judul. Semoga terus tambah koleksinya. Kami pun ketagihan untuk ke sana lagi… tampak Fadhil ikutan baca buku tentang masak. Pengin dimasakin “tongseng ayam” … hehehe…

 

***

Walaupun buku adalah media yang sehat, sama seperti terhadap media lainnya, tetap saja orangtua harus jeli memantau buku apa yang dikonsumsi anak-anaknya.

Tidak semua muatan buku baik bagi anak-anak. Seleksi tetap diperlukan agar anak mengkonsumsi isi buku yang baik baginya.

Karenanya, orangtua juga harus juga membaca buku-buku yang dikonsumsi anaknya. Syukur-syukur orangtua dapat membaca lebih dahulu, baru –-jika ”aman”- – memberikannya kepada anaknya. Seleksi nomor satu ada di tangan orangtua.

Jika orangtua dan anak sama-sama membaca, terbuka peluang untuk mendiskusikan buku tersebut. Dan ini adalah kesempatan emas yang baik sekali untuk mempererat komunikasi antara orangtua—anak.

***

“Buku adalah jendela dunia” kata orang bijak. Nah, menghadirkan ”dunia” bagi anak kita kuncinya memang ada pada kita, orangtuanya. (Nina M. Armando) – Ummi-Online.com

 
Leave a comment

Posted by on December 12, 2013 in Uncategorized

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: