RSS

Tag Archives: puasa

10 Indikasi “Gagal” Meraih Keutamaan Ramadhan

“Berapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan apa – apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga…” (H.R Bukhari Muslim)

Hadits Rasulullah SAW tersebut  harusnya dapat membangkitkan kewaspadaan kita untuk menjauhi dan tidak terjerumus di dalamnya. Apalah artinya berpuasa bila hanya  meninggalkan kering pada kerongkongan dan lapar di dalam perut?

Berikut ini adalah uraian yang patut direnungkan agar kita tidak termasuk orang – orang yang disinggung dalam hadits Rasulullah SAW tersebut. Kegagalan yang dimaksud tentu bukan sebuah klaim yang pasti. Itu memang hak Allah SWT semata. Tapi setidaknya, kita perlu berhitung dan memiliki neraca agar segenap amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini benar – benar berbobot, hingga kita bisa lulus dari madrasah Ramadhan menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Amiin..

Pertama, ketika kurang optimal melakukan ‘warming up’ dengan memperbanyak ibadah sunnah di bulan Sya’ban. Ibarat sebuah mesin, memperbanyak ibadah sunnah di bulan Sya’ban berfungsi pemanasan bagi ruhani dan fisik untuk memasuki bulan Ramadhan. Berpuasa sunnah, memperbanyak ibadah shalat, tilawatul Qur’an sebelum Ramadhan, akan menjadikan suasana hati dan tubuh kondusif untuk pelaksanaan ibadah di bulan puasa. Dengan begitu, puasa, ibadah malam, memperbanyak membaca Al Qur’an, berdzikir, taqarrub kepada Allah, menjadi lancar.

Mungkin, itulah hikmahnya kenapa Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Aisyah, disebutkan paling banyak melakukan puasa di bulan Sya’ban. Bahkan sejak bulan Rajab, dua bulan menjelang Ramadhan. Rasulullah dan para sahabat ingin mengkondisikan jiwa dan fisik mereka untuk siap menerima kehadiran tamu agung bulan Ramadhan.

Read the rest of this entry »

 
5 Comments

Posted by on June 9, 2011 in artikel

 

Tags: , , ,

Tak terasa 2 bulan lagi Ramadhan…

Shaum atau puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu dan meninggalkan sesuatu. Tapi, bila ditinjau dari hokum syara’, shaum adalah menahan diri dari makan, minum, dan hal – hal lain yang membatalkannya dan dilaksanakan semata – mata karena Allah. Rasulullah SAW bersabda : Allah berfirman, “Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri, kecuali amal puasa karena sesungguhnya puasa itu untukKu dan Akulah yang akan membalasnya.” (H.R Imam Bukhari).

Sementara itu yang dimaksud dengan menahan diri adalah:

  1. Menahan diri dari makan, artinya memasukkan suatu makanan ke dalam mulut, kemudian disalurkan melalui lubang tenggorokan. Jadi, batasan yang disebut makan ialah sesuatu benda yang sudah melalui lubang tenggorokan.
  2. Menahan diri dari minum, artinya memasukkan suatu benda cair ke dalam mulut, terus disalurkan melalui lubang tenggorokan. Juga batasannya disebut minum apabila benda cairan tersebut sudah melewati tenggorokan. Dalam hal ini air ludah tidak termasuk. Simpulan dari hal di atas, apabila menggosok gigi, berkumur, membersihkan gigi dan lain – lain, selama tidak memasukkan sesuatu benda melewati tenggorokan, puasanya sah – sah saja.
  3. Menahan diri dari hubungan suami istri. Dilarang berhubungan ketika berpuasa karena berpuasa dilakukan pada siang hari.

Allah menjanjikan kesehatan dengan syariat ibadah shaum ini, tentunya dengan catatan dan ketentuan kita dapat mengaturnya dan mengendalikan pola makan dan pola hidup lainnya secara baik dan proporsional.

 
Leave a comment

Posted by on June 3, 2011 in artikel

 

Tags: , , ,