RSS

Tag Archives: cinta ibu

Menjadi Ibu adalah Anugerah Terindah

Menjadi Ibu adalah Anugerah Terindah

 Ibu. Satu kata yang ingin kusandang semenjak ku tak lagi lajang. Tiga tahun mendamba sang pangeran datang menjemput, seolah tak begitu terasa dengan 8 bulan penantian menjadi seorang ibu. Itu pun belum ditambah dengan masa kehamilan yang membutuhkan waktu tidak sedikit. Ya, setelah akad nikah diucapkan, 8 bulan kemudian baru datanglah kabar gembira itu. Kabar yang setiap bulannya kunantikan dengan setia. Dengan sebuah alat test sederhana. Walaupun hasilnya selalu setrip 1, namun asa itu tetap tersembul. Ah,, Allah yang lebih tahu segalanya. Allah yang lebih paham kapan waktu yang tepat untuk memberikan sebuah anugerah terindah itu pada setiap hambaNya. Seperti halnya dalam menanti jodoh. Barangsiapa yang bersabar dengan ketentuanNya dengan diiringi keistiqomahan untuk menjaga diri, niscaya kan didatangkan seorang yang shalih untuknya. Subhanallah. Janji Allah itu pasti. Itulah yang kuyakini hingga kini. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 2, 2012 in catatanku, kisahku, renungan

 

Tags: , , , ,

Mendurhakai Anak

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

SEORANG laki-laki datang menghadap Umar bin Khaththab. Ia bermaksud mengadukan anaknya yang telah berbuat durhaka kepadanya dan melupakan hak-hak orangtua. Kemudian Umar mendatangkan anak tersebut dan memberitahukan pengaduan bapaknya. Anak itu bertanya kepada Umar bin Khaththab, “Wahai Amirul Mukminin, bukankah anak pun mempunyai hak-hak dari bapaknya?” . “Ya, tentu,” jawab Umar tegas. Anak itu bertanya lagi, “Apakah hak-hak anak itu, wahai Amirul Mukminin?”. “Memilihkan ibunya, memberikan nama yang baik, dan mengajarkan al-Qur’an kepadanya,” jawab Umar menunjukkan.

Anak itu berkata mantap, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya ayahku belum pernah melakukan satu pun di antara semua hak itu. Ibuku adalah seorang bangsa Ethiopia dari keturunan yang beragama Majusi. Mereka menamakan aku Ju’al (kumbang kelapa), dan ayahku belum pernah mengajarkan satu huruf pun dari al-Kitab (al-Qur’an). “Umar menoleh kepada laki-laki itu, dan berkata tegas, “Engkau telah datang kepadaku mengadukan kedurhakaan anakmu. Padahal, engkau telah mendurhakainya sebelum dia mendurhakaimu. Engkau pun tidak berbuat baik kepadanya sebelum dia berbuat buruk kepadamu.”

Kata-kata Umar bin Khaththab ini mengingatkan kepada kita -para bapak- untuk banyak bercermin. Sebelum kita mengeluhkan anak-anak kita, selayaknya kita bertanya apakah telah memenuhi hak-hak mereka. Jangan-jangan kita marah kepada mereka, padahal kitalah yang sesungguhnya berbuat durhaka kepada anak kita. Jangan-jangan kita mengeluhkan kenakalan mereka, padahal kitalah yang kurang memiliki kelapangan jiwa dalam mendidik dan membesarkan mereka.

Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on December 27, 2011 in artikel

 

Tags: , ,