RSS

Baik Sangka

09 Aug

Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w bersabda: “Allah swt berfirman, ‘Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada diri-Ku’.” (Hadis Riwayat Al-Bukhari)
Rasulullah s.a.w bersabda : “Janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan kamu berbaik sangka dengan Allah.” (Hadis Riwayat Muslim)

Apakah maksud berbaik sangka dengan Allah? Berbaik sangka di sini adalah rasa takut dan harap yang saling bergandingan, ataupun rasa takut mengatasi rasa harap. Dengan siapa kita perlu  bersangka baik? Dengan Allah lebih utama dan sesama manusia, lebih-lebih lagi sesama Muslim.

Seorang hamba yang bersangka baik dengan Allah :

  1. Apabila melakukan sebarang ibadah, dia bersangka baik bahwa Allah akan menerima ibadahnya itu dan membalas dengan sebaik-baik ganjaran pahala.
  2. Apabila berdo’a dia tahu bahwa Allah akan memakbulkan do’anya.
  3. Apabila dia berdosa, segera bertaubat dan bersangka baik bahwa Allah pasti menerima taubatnya dan mengampunkan dosanya.
  4. Apabila ditimpa musibah, dia akan bersangka baik bahwa di sebalik ujian itu ada hikmahnya.

Berbaik Sangka Sesama Manusia 
Ada banyak nilai dan manfaat yang diperolehi seseorang muslim bila dia memiliki sifat baik sangka kepada orang lain.

  1. Pertama, hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik, perkara ini kerana berbaik sangka dalam hubungan sesama muslim akan menghindari terjadinya keretakan hubungan. Bahkan keharmonisan hubungan akan semakin terasa kerana tidak ada halangan psikologis yang menghambat hubungan itu.
  2. Kedua, terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama kerana buruk sangka akan membuat seseorang menimpakan keburukan kepada orang lain tanpa bukti yang benar, Allah berfirman sebagaimana yang disebutkan pada Surah Al-Hujuraat Ayat 6 di atas.
  3. Ketiga, selalu berbahagia dan senang atas segala kemajuan yang dicapai orang lain, meskipun kita sendiri belum dapat mencapainya, perkara ini memiliki arti yang sangat penting, kerana dengan demikian jiwa kita menjadi tenang dan terhindar dari iri hati , suatu penyakit hati yang boleh berkembang pada dosa-dosa baru sebagai kelanjutannya. Ini berarti kebaikan dan kejujuran akan membawa kita pada kebaikan yang banyak dan dosa serta keburukan akan membawa kita pada dosa-dosa berikutnya yang lebih besar lagi dengan dampak negatif yang semakin banyak.

Semoga hati-hati kita dilimpahi baik sangka dengan segala-galanya, baik sangka kepada Allah, sesama manusia dan terhadap segala peristiwa yang menimpa kita.

 

Ketika kumohon kepada Allah kekuatan,
Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat.
Ketika kumohon kepada Allah kebijaksanaan,
Allah memberiku masalah untuk kupecahkan.
Ketika kumohon kepada Allah kesejahteraan,
Allah memberiku akal untuk berpikir.
Ketika kumohon kepada Allah keberanian,
Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi.
Ketika kumohon kepada Allah sebuah cinta,
Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong.
Ketika kumohon kepada Allah bantuan,
Allah memberiku kesempatan.
Aku tak pernah menerima apa yang kuminta,
tetapi aku menerima segala yang kubutuhkan.
Doa kuterjawab sudah….

 
Leave a comment

Posted by on August 9, 2011 in adab

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: