RSS

Ucapan-ucapan dari Khalid bin Walid

21 Jul
بسم الله الرحمن الرحيم

Khalid ibn Walid (592-642) (dalam Arab: خالد بن الوليد) juga dikenal sebagai Pedang Allah. Ia diingat karena kecakapan militernya, memimpin pasukan-pasukan Nabi Muhammad dan Khulafaur Rasyidin pengganti Muhammad: Khalifah Abu Bakr dan Khalifah Umar selama penaklukan Islam di abad ke-7. Karena kelebihannya berupa tidak terkalahkan dalam lebih dari seratus pertempuran melawan tentara-tentara superior―dalam jumlah pasukan― dari Imperium Romawi Timur, Imperium Persia Sassanid, dan sekutu-sekutu mereka, ia dihormati sebagai salah seorang panglima militer terbaik dalam sejarah.

Ucapan-ucapan Khalid bin Walid RA

  • Apakah kamu melihat sebuah ruang sebesar tangan di kaki, dada, dan lenganku yang tidak tertutupi oleh goresan-goresan akibat luka sabetan pedang, tusukan panah, atau tusukan tombak? >>Khalid mengatakan ini pada seorang temannya beberapa hari sebelum ia wafat, empat tahun setelah pemberhentiannya dari pasukan.
  • Jika kamu berada di awan, Allah akan mengangkat kami kepadamu atau menurunkan kamu kepada kami untuk berperang. >> Khalid mengatakan ini pada pasukan Romawi ketika mereka mundur dari medan pertempuran Kota Chalcis yang berbenteng.
  • Ketika aku berada di medan pertempuran, Aku lebih menyukainya daripada ketika aku berada di rumahku. Malam yang hujan ketika aku berdiri menggunakan baju zirah dengan pedang dan perisai di tanganku dan melihat lagi dan lagi ke arah timur, menunggu matahari terbit agar aku bisa memulai pertempuran. >> Khalid mengatakan ini setelah diberhentikan dari pasukan oleh Khalifah Umar pada 638 M.

  • Masuklah ke dalam Islam dan Kamu akan selamat. Atau bayarlah jizyah, dan Kamu dan kaummu akan kami lindingi, jika tidak, Kamu hanya akan mendapatkan dirimu bersalah atas konseuensinya, karena aku aka membawa kepadamu pasukan yang mencintai kematian seperti kamu mencintai kehidupan.  >> Surat ini ditulis oleh Khalid kepada Gubernur Persia untuk wilayah Mesopotamia sebelum menyerbunya.
  • Ketika Allah memutuskan suatu permasalahan, itu pasti terjadi. Aku telah mendedikasikan hidupku menuju jalan Allah yang Maha Tinggi. Manusia mengharapkan sesuatu, tetapi Allah bermaksud melakukan yang lain. Bumi menghancurkan orang-orang bodoh, tetapi kepandaian menghancurkan bumi. Jika kamu jujur, kamu akan bertahan. Jika kamu berbohong, kamu akan musnah. Aku adalah bangsawan petarung, aku adalah Pedang Allah, aku Khalid ibn Al-Walid. >> Ini adalah kalimat-kalimat terkenal yang biasa diucapkan Khalid di medan pertempuran.
  • Aku adalah anak dari banyak kepala suku. Pedangku tajam dan mengerikan. Pedang ini adalah benda terkuat ketika periuk pertempuran telah mendidih dengan dahsyat. Aku adalah pilar Islam! Aku adalah Sahabat Nabi! Aku bangsawan petarung, Khalid ibn al-Walid! Aku akan memberimu tiga hari, jika gerbang-gerbang tidak dibuka dalam masa tersebut, aku akan menyerang. Dan nanti tidak akan ada lagi kesempatan seperti ini. Aku adalah anak al-Walid! Ada yang ingin berduel? Demi imanku, air ini akan pergi ke sisi pasukan yang tabah dan lebih pantas mendapatkannya. >> Khalid mengatakan ini pada sebelum Pertempuran Walaj yang menentukan, ketika pasukan Islam kehabisan air.
  • Oh Rabb! Jika Engkau memberi kami kemenangan, Aku tidak akan melihat satu pun petarung musuh yang hidup sampai sungai mereka mengalir bersama darah mereka!   >> Khalid mengatakan ini pada saat Pertempuran Ullais yang juga dikenal dengan sebutan Pertempuran Sungai Darah.
  • Pada Pertempuran Mu’tah, aku mematahkan sembilan pedangku. Tetapi aku tidak pernah menemui musuh seperti orang-orang Persia. Dan di antara orang-orang Persia, aku tidak pernah bertemu dengan musuh seperti pasukan dalam Pertempuran Ullais. >> Khalid mengucapkan ini sebagai penghormatannya pada prajurit-prajurit Persia yang sangat berani dalam Pertempuran Ullais yang berdarah.
  • Tunggulah sebentar; akan datang kepadamu gunung-gunung yang membawa singa-singa dengan baju baja mengkilap, batalion yang diikuti oleh batalion-batalion lainnya. >> Surat ini ditulis kepada Ayaz bin Ghanam yang meminta pasukan bantuan ketika mereka bertempur dengan beberapa suku Arab pemberontak di utara Arab.
  • Aku tahu bahwa orang-orang ini tidak tahu apa-apa tentang perang. >> Khalid berkata tentang orang-orang Persia dan Arab Kristen yang baru direkrut oleh pasukan Persia setelah Khalid menganalisis pengepungan An al Tamar di Iraq.
  • Kita akan mengambil rute ini; jangan biarkan ketetapan hati kalian melemah. Ketahuilah bahwa pertolongan Allah datang sesuai dengan keinginanmu. Jangan ada yang ditakutkan oleh orang-orang Islam selama mereka mendapat pertolongan Allah. >> Khalid mengatakan ini pada salah satu panglima bawahannya yang mencoba menghentikannya untuk mengambil rute jalan berbahaya menuju ke Syams dari Iraq melewati Gurun Syams. Panglima itu berkata, ”Kamu tidak bisa mengambil rute inidengan sebuah pasukan. Demi Allah, bahkan seorang yang melakukan perjalanan seorang diri akan mencobanya dengan mengetahui resiko bagi kehidupannya. Perjalanan itu akan membutuhkan lima hari yang penuh kesulitan yang ekstrem tanpa satu tetes pun air dan bahaya tersesat di gurun setiap saat.”
  • Jika bukan demi kepentingan mematuhi perintah dari khalifah, aku tidak akan pernah menerima perintah ini. Kamu jauh lebih tinggi dariku dalam Islam. Aku adalah Sahabat Nabi, tetapi kamu adalah seseorang yang dipanggil Rasulullah “yang dipercaya oleh bangsa ini”. >> Khalid mengatakannya kepada Abu Ubaydah ibn al-Jarrah ketika Khalid mendapat perintah untuk mengambil alih pimpinan seluruh pasukan di Syams, dan sebagai jawaban dari Abu Ubaydah, “Aku telah menerima surat dari Abu Bakr yang menunjukmu sebagai panglima bagiku dengan senang hati. Tidak ada kebencian dalam hatiku, karena aku tahu kemampuanmu dalam masalah perang.”
  • Ambillah ini sebagai hadiah, tidak perlu membayar uang tebusan. >>Khalid mengatakan ini ketika menyerahkan putri dari Kaisar Heraklius yang tertangkap dalam Pertempuran Marajul Debaj. Dalam pertempuran ini, Thomas, suami putri Heraklius itu tewas dalam duelnya melawan Khalid. Heraklius menulis surat balasan pada Khalid,

“Aku telah mengetahui apa yang telah Kau lakukan pada tentaraku. Kamu telah membunuh menantuku dan menawan putriku. Engkau telah menang dan pergi dengan selamat. Sekarang aku meminta anakku kembali. Dan Kau pun mengembalikannya kepadaku sebagai hadiah tanpa pembayaran atau tebusan apapun, kehormatan adalah bagian yang sangat kuat dalam karaktermu.”

  • Pujian bagi Allah yang telah menetapkan kematian atas Abu Bakr, yang lebih menyukaiku daripada Umar. Pujian untuk Allah yang telah memberikan kekuasaan pada Umar yang kurang menyukaiku daripada Abu Bakr, dan memaksaku untuk menyukainya. >> Khalid mengatakan ini beberapa saat sebelum ia wafat. Abu Bakr mengangkatnya sebagai panglima utama pasukan dan Khalifah Umar memberhentikannya dari pasukan. Walaupun hubungan antar saudara sepupu, Khalid dan Umar, selalu menyisakan sangat sedikit kehangatan, tetapi kepemimpinan Umar yang luar biasa dan adil membuat Khalid kagum, ia pada saat wafatnya mewariskan seluruh hartanya kepada Umar dan menjadikannya sebagai wali bagi surat wasiat warisannya atas tanah dan harta bendanya.
  • Semoga Allah memberi ampunan pada Abu Bakr! Jika ia masih hidup, aku tidak akan dibebastugaskan dari jabatan. >> Khalid mengatakan ini saat Abu Bakr wafat dan penggantinya, Umar, mengganti Khalid dengan Abu Ubaydah, panglima utama yang baru.
  • Jika Abu Bakr wafat dan Umar menjadi Khalifah, kami mendengar dan menaatinya. >> Khalid mengatakan ini setelah wafatnya Abu Bakr.
  • Demi Allah, jika Kamu menunjuk seorang anak kecil untuk memimpinku, aku akan menaatinya. Bagaimana mungkin aku tidak menaatimu ketika derajat ke-Islamanmu jauh lebih daripada aku dan Kamu telah dijuluki sebagai “yang Dipercaya oleh Nabi”? Aku tidak akan pernah mencapai status itu. Aku umumkan di sini dan sekarang bahwa aku telah mendedikasikan diriku menuju jalan Allah yang Maha Tinggi. >> Khalid mengatakan ini pada Abu Ubaydah setelah dibebastugaskan dari jabatannya oleh Umar tanpa diberitahukan alasannya.
  • Orang-orang Romawi ini adalah yang paling berani di antara orang-orang Romawi yang pernah kutemui. >> Khalid memberi penghargaan pada prajurit Romawi yang ia kalahkan dalam Pertempuran Emesa.
  • Betapa sedikitnya pasukan Romawi dan betapa banyaknya jumlah kita! Kekuatan sebuah pasukan tidak dinilai dari jumlahnya, tetapi dinilai dari pertolongan Allah padanya, dan kelemahan pasukan ada pada saat Allah meninggalkannya. >> Khalid mengatakan ini pada salah satu prajuritnya di Pertempuran Yarmuk. Prajurit itu sebelumnya berkata, “Betapa banyaknya jumlah pasukan Romawi dan betapa sedikitnya jumlah kita.”
  • Aku memprotes sebagai sebagai seorang muslim atas apa yang teah Engkau putuskan. Demi Allah, Engkau telah tidak adil padaku, wahai Umar! >>Khalid mengatakan ini pada Khalifah Umar yang memberhentikannya dari ketentaraan tahun 638.
  • Umar menunjukku untuk Syams sampai ia berubah menjadi gandum dan madu; kemudian ia memberhentikanku! >> Khalid mengatakannya pada istrinya setelah diberhentikan.
  • Dan di sinilah aku, mati di atas tempat tidur, seperti domba mati. Semoga mata para pengecut tidak akan pernah tidur. >> Kata-kata terakhir dari Khalid.

Pidato-pidato Khalid bin Walid

  • Tidakkah Kamu melihat kekayaan tanah Persia? Tidakkah Kamu ingat kemiskinan tanah Arab? Tidakkah Kamu lihat bagaimana tanam-tanaman menutupi tanah-tanah buminya? Jika perang suci tidak diperintahkan oleh Allah, kita masih akan datang dan menaklukkan tanah yang kaya dan mengubah kelaparan gurun-gurun kita dengan makanan yang bertumpuk yang sekarang kita miliki. >> Pidato pada tentaranya setelah Pertempuran Walaja melawan Persia tahun 633 M.
  • Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Khalid ibn Walid untuk Raja Persia. Pujian untuk Allah yang telah mengacaukan sistemmu dan mengagalkan rencana-rencanamu. Dan jika Dia tidak melakukannya, justru yang jauh lebih buruk yang akan menimpamu. Ikutilah peraturan kami dan kami akan meninggalkan Kamu dan tanahmu dengan damai; jika tidak, Kamu akan merasakan kekalahan atas orang-orang yang mencintai kematian seperti Kamu mencintai kehidupan >> Surat ini dikirim kepada Kaisar Persia setelah penaklukan Provinsi Iraq.
  • Ketahuilah wahai muslim, bahwa Kamu tidak pernah melihat pasukan Romawi yang seperti Kamu lihat sekarang. Jika Allah mengalahkan mereka dengan tangan-tanganmu, mereka tidak akan pernah lagi melawanmu. Jadi tabahlah dalam pertempuran dan pertahankanlah imanmu. Janganlah kamu membalikkan punggungmu terhadap mereka karena balasannya adalah neraka. Berhati-hatilah dan tetaplah dalam posisimu dan jangan menyerang sampai aku beri perintah. >> Pidato pada Pertempuran Ajnadayn yang merupakan pertarungan puncak pertama antara Islam dan Romawi.
  • Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pidato ini diberikan oleh Khalid ibn al-Walid pada rakyat Damaskus. Ketika pasukan Islam masuk, mereka (rakyat Damaskus) akan selamat, harta, biara-biara, dan dinding-dinding kota mereka, tidak satupun yang akan dihancurkan. Mereka mendapat jaminan ini dari wakil Allah, Rasulullah, kesejahteraan dan keselamatan dari Allah baginya, khalifah, dan orang-orang yang beriman, dari siapa hendaknya mereka mendapatkan kebaikan selama mereka membayar jizyah. >> Pakta yang disepakati oleh Khalid di Kota Damaskus yang baru saja menyerah dari pengepungan selama sebulan.
  • Wahai orang-orang Islam! Telah datang waktunya untuk tabah. Kelemahan dan kepengecutan membawa pada kondisi memalukan; dan siapa yang tabah lebih pantas mendapat pertolongan Allah. Siapa yang berdiri dengan berani di hadapan sabetan pedang akan dihormati dan kerjanya akan dihargai, ketika ia melakukannya untuk Allah. Perhatikanlah! Allah mencintai ketabahan. >> Pidato pada Pertempuran Yarmuk

Ucapan-ucapan tentang Khalid bin al-Walid

• Khalid adalah Pedang Allah.
o Nabi Muhammad (629 M)

• Alangkah sempurnanya hamba Allah ini: Khalid ibn al-Walid, salah satu dari pedang-pedang Allah, dilepaskan untuk melawan kaum yang tidak beriman.
o Nabi Muhammad (630 M)

• Dia adalah ahli perang; seorang teman kematian. Dia memiliki kecepatan lari dari singa dan kesabaran dari kucing!
o Amr ibn al-‘Ash, salah seorang jenderal Islam terkenal dalam penaklukan Islam di abad ke-7, mengatakan ini saat Perang Riddaketika Khalifah Abu Bakr meminta pendapatnya tentang Khalid (632 M).

• Wahai Umar, tahanlah lidahmu atas Khalid. Aku tidak akan menyarungkan pedang Allah yang telah terhunus untuk melawan kaum yang tidak beriman.
o Khalifah Abu Bakr (632 M).

• Wahai Quraisy! Singamu telah menyerang seekor singa lain dan mengalahkannya. Perempuan tidak akan lagi melahirkan anak-anak seperti Khalid.
o Khalifah Abu Bakr (633 M).

• Aku tahu lebih banyak tentang Khalid daripada orang lain, tidak ada manusia yang lebih beruntung daipadanya. Tidak ada manusia yang seimbang dengannya dalam peperangan. Tidak ada orang yang menghadapi Khalid dalam pertempuran akan menang baik ia kuat atau lemah. Ikutilah saranku dan berdamailah dengannya.
o Pangeran Ukayd dari Daumatul Jandal (633 M).

• Demi Allah, aku akan menghancurkan Romawi dan teman-teman setan dengan Khalid ibn al-Walid.
o Khalifah Abu Bakr (633 M).

• Apakah panji pasukan ini berwarna hitam? Apakah panglimanya laki-laki yang tinggi, berbadan kuat, berbahu bidang dengan janggut yang lebat dan sejumlah kecil bercak di wajahnya? Hati-hatilah ketika berperang dengannya.
o Pendeta Romawi (633 M).

• Aku tidak menentang Khalid untuk menjadi panglima. Tetapi dia boros dan mengeluarkan uangnya untuk penyair dan prajuritnya, melebihi dari apa yang pantas mereka dapatkan, di mana kekayaan seharusnya digunakan untuk menolong fakir miskin di antara muslim. Janganlah seorang pun menganggap bahwa aku telah memberhentikan seorang yang kuat, dan menunjuk seorang laki-laki yang lembut, karena Allah bersamanya (maksudnya Abu Ubaydah) dan akan membantunya.
o Khalifah Umar (634 M).

• Dia tidak tidur maupun membiarkan orang lain tidur, dan tidak ada yang tersembunyi darinya.
o Anonim

• Khalid panglima yang sesungguhnya. Semoga Allah mengampuni Abu Bakr, dia mampu menilai orang lain daripada aku.
o Khalifah Umar, setelah Pertempuran Hazir (637 M).

• Bawa Khalid ke pengadilan, ikat tangannya dengan sorban dan buka penutup kepalanya. Tanya kepadanya dari mana ia peroleh uang yang ia berikan pada A’isyah….miliknya sendiri atau dari harta rampasan perang? Jika ia mengakui itu dari rampasan perang, dia bersalah karena penyalahgunaan keuangan. Jika ia mengklaim uang itu miliknya sendiri, dia bersalah karena telah melakukan pemborosan. Dalam kasus manapun, berhentikan dan bebastugaskan dia.
o Perintah Khalifah Umar kepada Abu Ubaydah (637 M).

• Engkau telah berhasil; dan tidak ada orang yang seberhasil dirimu. Tetapi bukanlah manusia yang membuatnya terjadi, melainkan Allah.
o Khalifah Umar (638 M).

• Wahai Khalid! Demi Allah, Engkau sangat terhormat di mataku, dan Engkau sangat berharga bagiku. Engkau tidak akan punya alasan untuk mengeluh kepadaku setelah hari ini.
o Khalifah Umar (638 M).

• Aku tidak memberhentikan Khalid karena kemarahanku atau ada ketidakjujuran pada dirinya, tetapi karena orang-orang memujanya dan tersesat. Aku khawatir orang-orang akan bergantung kepadanya. Aku ingin mereka mengetahui bahwa Allah-lah yang melakukan segala sesuatu; dan jangan sampai kerusakan muncul di bumi ini.
o Khalifah Umar (638 M).

• Sudahkah para perempuan berhenti untuk berduka untuk seseorang seperti Khalid?
o Khalifah Umar saat mendengar kabar wafatnya Khaid (642 M).

• Kamu jauh lebih baik daripada seribu orang,
• ketika wajah para laki-laki terlihat putus asa,
• Berani? Kamu lebih berani daripada harimau,
• Dermawan? Kamu lebih dermawan daripada banjir yang tidak pernah berhenti mengalir di antar gunung-gunung.
o Lubabah As-Saghir, ibu Khalid, memujinya (642 M).

• Khalifah Umar : Khalid tidak seperti yang saya kira.
Ali : Jadi, mengapa kamu memberhentikannya dari pasukan?
Khalifah Umar : Aku harap aku tidak pernah melakukannya.
o Dialog antara Khalifah Umar dengan Ali (yang nantinya akn menjadi khalifah tahun 656-661) beberapa tahun setelah wafatnya Khalid (643 M).

• Prajurit Arab paling garang dan paling berhasil.
o Edward Gibbon, Ahli Sejarah abad ke-19.

Sumber-sumber

  1. Akram, A.I. (1970). The Sword of Allah: Khalid bin al-Waleed, His Life and Campaigns, Rawalpindi: National Publishing House. URL accessed 2008-01-01.
  2. Fatuh al Sham
  3. Tarikh al-Tabari
  4. Tarikh al-Yaqubi
  5. Ibn Kathir, Al-Bidayah wan-Nihayah, Dar Abi Hayyan, Cairo, 1st ed. 1416/1996, Vol. 6 P. 428.
  6.  Balazuri
 
Leave a comment

Posted by on July 21, 2011 in artikel

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: