RSS

Hidup ini Indah

28 Jun

Hidup ini indah. Sederhana. Dan penuh warna, bagai pelangi.
Dalam sebuah episode kehidupanku, di mana sebuah peralihan hidup kualami untuk menimba ilmu lebih lanjut di kota nun juah dari tempat tinggalku. Kuarungi kehidupan di perantauan selepas seragam putih abu. Meski terasa berat di hati harus meninggalkan kedua orangtuaku, aku tetap berangkat. Dengan bekal seadanya. Bagaimana tidak?! Aku anak pertama dari 3 bersaudara yang berjenis kelamin perempuan, sementara kedua adikku laki – laki.

Sejak kecil aku tak pernah tinggal jauh dari orangtuaku. Entah keberanian seperti apa yang kumiliki saat itu, hingga akhirnya aku berani melangkahkan kaki ke kota gudeg ini. Sebuah kota pelajar yang menawarkan berbagai pilihan kampus dengan aneka pilihan jurusan yang menggiurkan bagi para siswa baru lulus. Juga kota yang terkenal dengan sebutan kota kenangan yang menyajikan berbagai macam kuliner dan kebudayaan.

Masih terekam jelas dalam ingatanku, tentang bagaimana keadaanku di minggu – minggu pertama aku tinggal di sebuah kontrakan. Tiada hari tanpa air mata. Hal ini terus berlangsung hingga 2 bulan. Hingga akhirnya akupun mencoba tegar dan berusaha beradaptasi serta mencoba melihat dunia dari sudut pandang yang lain.

Nah, di saat aku mulai membuka cakrawala itulah aku berkenalan dengan seorang akhwat (sebutan untuk muslimah) yang terlihat lembut dan santun.hingga tak terasa, persahabatan kami semakin akrab. Kutemui banyak kesamaan diantara kami.kami sering pergi bersama. Belanja bareng, ikut berbagai macam seminar. Nonton konser nasyid bareng, makan bareng. Hingga pergi kajian keislaman bareng. Iya, ialah sosok yang mengenalkanku tentang tarbiyah, walau saat SMU aku pun sempat mengikuti kajiannya, namun aku merasa lebih serius ingin mengaji semenjak mengenalnya. Entahlah, mungkin ini scenario Allah yang telah memberiku berbagai kemudahan dan memilihkan tempatku menimba ilmu di sini, di kota eksotis nan damai. Dan aku merasa beruntung. Terlebih dapat mengenal sosok muslimah nan santun itu.

Terimakasih ya Allah, Kau telah pertemukanku dengannya. Seseorang yang membawa setitik cahaya bagiku. Cahaya yang sangat indah dan tak kan pernah redup sinarnya. Cahaya Islam dalam hidupku. Seseorang yang lemah lembut tutur katanya. Dan seseorang yang dapat dijadikan sahabat di kala susah maupun senang. Cahaya Islam terpancar indah dalam lakunya, hingga akupun ingin bersinar pula sepertinya. Izinkan aku istiqomah di jalan ini ya Rabb, yakni jalan lurus para syuhada, dan izinkan kutemui syahidku di sana..

Sebuah catatan kehidupan di Senin, 27 Juni 2011
9.25 pm

 
Leave a comment

Posted by on June 28, 2011 in keluarga, kisahku

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: