RSS

Anugerah Terindah

28 Jun

Salah satu anugerah terindah. Menakjubkan. Itulah yang kurasakan saat ia datang meminangku. Mungkin demikian pula yang dirasakan oleh setiap wanita yang sedang dipinang oleh seseorang pangeran idamannya. Seseorang yang telah tertulis di Lauhl Mahfudz sebagai jodohku. Aku benar – benar merasakan bahwa jodoh memang kuasa Allah SWT semata. Ketika Allah belum berkehendak, maka seberapapun kerasnya kita ‘berusaha’ mendeteksi keberadaan jodoh kita , maka hasilnya tetap NIHIL. Maka, pasrahkan saja segala urusan kita padaNya. Yakinlah bahwa Allah Maha Mengetahui yang terbaik bagi hambaNya. Ingat pesan beliau dalam firmanNya,

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Dalam ayat ini ada beberapa hikmah dan rahasia serta maslahat untuk seorang hamba. Karena sesungguhnya jika seorang hamba tahu bahwa sesuatu yang dibenci itu terkadang membawa sesuatu yang disukai, sebagaimana yang disukai terkadang membawa sesuatu yang dibenci, iapun tidak akan merasa aman untuk tertimpa sesuatu yang mencelakakan menyertai sesuatu yang menyenangkan. Dan iapun tidak akan putus asa untuk mendapatkan sesuatu yang menyenangkan menyertai sesuatu yang mencelakakan. Ia tidak tahu akibat suatu perkara, karena sesungguhnya Allah SWT mengetahui sesuatu yang tidak diketahui oleh hamba.

So, sekali lagi. Memang tidak ada pilihan kecuali ikhlas memasrahkan segala urusan kita pada yang Maha Kuasa. Aku jadi teringat, tentang sebuah kisah yang mengharukan dari seorang sahabat. Sahabat ini adalah seorang akhwat muslimah yang cerdas, aktif berorganisasi, sangat cinta dan taat pada Tuhannya. Ia telah mengabdikan dirinya untuk Tuhannya melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat demi kemaslahatan ummat.

Suatu ketika ia telah meraih gelar sarjananya untuk yang kedua kalinya setelah sebuah gelar sarjana melekat pada dirinya. Saat itu ia baru saja mengumpulkan berkas – berkas untuk mengikuti wisuda yang akan diselenggarakan 2 bulan berikutnya. Ada seorang kawan yang bertanya padanya, “Kak, gelar Kakak ini kan sudah lengkap, pekerjaan sudah didapat pula. Tinggal apalagi sih yang kurang buat Kakak untuk mencari seorang pendamping hidup?”. Saat itu memang telah banyak ikhwan yang tertarik dengannya dan ada pula yang berniat meminangnya, namun semua ia tolak dengan halus.

Maka, yang ditanya pun mengulum senyum, kemudian ia berujar,”Kakak ini tak mengharap gelar dari manusia, Kakak kuliah di sini untuk menimba ilmu bukan mendapatkan gelar, lagipula gelar Kakak ini belum lengkap, belum ada gelar ‘Almh’ nya (Almarhumah)”. Kemudian, ia melanjutkan, “…dan pendamping hidup yang Kakak inginkan itu, tak ada di dunia ini. Sebab Kakak ingin bersanding dengan seorang ikhwan surga.”

Adik tingkat yang bertanya tadi hanya mampu berujar, “Oooo..” sambil terkesima dengan cita – cita Kakak tingkatnya yang kalem, tapi terkenal galak di kalangan para ikhwan (sebutan untuk para laki – laki muslim).

Kurang lebih satu bulan kemudian, yakni 2 pekan sebelum acara wisuda, Kakak tadi mengalami kecelakaan, hingga merenggut nyawanya 3 hari kemudian setelah dilakukan upaya medis dan sempat koma 3 hari.

Yang menarik adalah ucapan Kakak tadi bersama sang adik tingkat terbukti. Pada akhirnya ia menemui syahidnya dan memperoleh cita – citanya, yakni dipersunting dengan ikhwan surga, insyAllah. Sesaat sebelum Kakak tadi menghembuskan nafas terakhirnya, tangan Kakak tadi sempat membuat isyarat gerakan sholat, yang menandakan kecintaannya semasa ia hidup, yakni ia tak pernah meninggalkan sholat malamnya. Subhanallah… Maha Suci Allah yang menjemput hamba – hamba yang dicintaiNya dengan caraNya.

Dan kembali pada masalah jodoh, memang benar bahwa itu hanyalah urusan Allah, karena Allahlah yang menentukan jodoh kita. Dan adapun usaha yang dapat kita lakukan adalah bagaimana kita memantaskan diri kita untuk mendapatkan suami seperti yang kita idamkan. Karena seperti janji Allah dalam surat AnNur ayat 26,“wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)”. [yn]

Wallahu’alam bishawab.

 
Leave a comment

Posted by on June 28, 2011 in artikel, hikmah, kisahku, motivasi

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: