RSS

Belajar Jujur dari SEMUT

13 Jun

“Hingga ketika mereka sampai di lemah semut, berkatalah seekor semut, ‘ Wahai semut – semut! Masuklah ke dalam sarang – sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”

(Q.S An Naml : 18)

Ayat di atas menerangkan, semut memiliki seorang pemimpin yang punya kepedulian social tinggi untuk menyelamatkan rakyatnya dari bahaya. Ia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri ketika ada bahaya mendekati koloninya.

Ayat tersebut juga menjelaskan, hewan ini memiliki ketajaman indera dan sikapnya yang sangat hati – hati, terutama terhadap bahaya. Tidak hanya itu, etos kerjanya juga sangat tinggi. Dengan kesabaran dan kekompakannya, mereka bisa membangun sarang yang besar dan kuat sebagai tempat perlindungan dari mara bahaya. Ini mereka lakukan sepanjang siang dan malam, kecuali malam – malam gelap saat bulan tidak memancarkan sinarnya.

Solidaritas yang terbangun dalam koloni ini juga tinggi. Bila salah satu dari mereka menemukan makanan, ia akan minta tolong teman – temannya membawa makanan tersebut ke dalam sarangnya. Bahkan menurut Ibnul Qayyim dalam kitabnya Syifa’ul Alil fii Masa’il al Qadha’ wal Qadar wal Hikmah wat Ta’lil, ia memanggil teman – temannya hinggan tiga kali. Jumlah semut yang muncul tergantung pada besar dan kualitas makanan tersebut.

Bila makanan itu berupa biji – bijian, mereka akan memecah belah. Mutawali Sya’rawi dalam tafsirnya menulis, “Ini merupakan suatu keajaiban dimana Anda akan menemukan dalam sarang semut beberapa biji – bijian yang telah terbelah – belah agar tidak tumbuh. Para ilmuwan menemukan ada satu biji yang dibelah empat yaitu biji ketumbar. Kalau biji ketumbar ini dibelah dua, maka setiap bagian masih bisa tumbuh, akan tetapi semut – semut tersebut membelah biji ketumbar menjadi empat bagian agar tidak bisa tumbuh. Karena jika biji tersebut tumbuh, ia akan menutup sarang mereka. Oleh sebab itulah, semut menyimpan biji – bijian tersebut sampai mereka bisa memakannya pada saat musim dingin tiba. Maha Suci Allah yang telah memberikan pengetahuan ini pada semut – semut tersebut,” (Tafsir Sya’rawi tentang surat An Naml : 18).

Bila makanan sudah didapat, mereka akan membaginya secara adil sesuai dengan fungsi masing – masing.  Menariknya, mereka bekerja secara sistematis dalam menyelesaikan masalah. Dengan kemurahan hati, mereka tidak pernah berebut dan merasa paling berhak disbanding yang lainnya.

Ketika Ibnu Taimiyah mendapat cerita Ibnul Qayyim mengenai kehidupan semut, ia berkata, “Sesungguhnya semut diciptakan Allah dengan watak jujur dan mencela kebohongan.” (Kitab Syfa’ul ‘Alil).

Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan, koloni hewan ini juga merupakan umat yang selalu bertasbih kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda: “Ada semut yang menggigit seorang nabi dari Nabi – nabi terdahulu, lalu Nabi itu memerintahkan agar membakar sarang semut – semut itu. Maka, kemudian Allah mewahyukan kepadanya, firmanNya: ‘Hanya karena seekor semut, maka kamu telah membakar suatu kaum yang bertasbih’”. (Riwayat Bukhari).

Semoga kita bisa belajar dari kejujuran semut.

 

dari majalah Hidayatullah edisi Juni 2011

 
1 Comment

Posted by on June 13, 2011 in hikmah, renungan

 

Tags: , ,

One response to “Belajar Jujur dari SEMUT

  1. judi2010

    April 29, 2012 at 9:29 am

    ijin copy gambar semutnya yah

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: