RSS

IKHTIAR . . . sebagai Pengubah Takdir

12 Jun

Sebuah tausyiah dari  Ustadz Muh. Arifin Ilham

 “Semua perbuatan dan keberadaan kita sudah didesain dengan apik oleh Allah SWT (Q.S As Saffat : 96). Dialah desainer semua kejadian dan peristiwa. Tidak satupun yang luput dari pengawasan dan keteraturanNya. Dialah Mahakarya. Penentu semua ciptaan.”

Meskipun semuanya telah ditakdirkan, ada banyak amalan yang bisa menentukan arah keberpihakan takdir Allah. Amalan tersebut juga adalah bagian dari takdirNya. Di antara yang bisa mengubah takdir adalah ikhtiar atau usaha.

Dalam beberapa ayat, banyak ditemukan bahwa sejatinya Allah mengikuti amalan dan usaha manusia. Kaya – miskin, atau sukses tidaknya usaha dan aktivitas kita tergantung dari seberapa besar usaha yang dilakukan.  Jika ikhtiar dan usaha kita sungguh – sungguh, Allah akan sungguh – sungguh penuhi permintaan kita. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali dari kaum itu sendiri” (Q.S Ar Ra’d : 13).

Jangan pernah berharap bisa mendapatkan harapan dan cita – cita jika kita berdiam diri dan tidak mau berusaha. Diam hanya akan melahirkan kekecewaan, kegagalan dan kesialan. Tidak ada keberuntungan diraih dengan berpangku tangan (laysatin najah bis sukuti). Tidak mungkin emas jatuh tiba – tiba dari langit. Semuanya ada proses dan waktu. Di situlah sesungguhnya peran usaha dan ikhtiar kita. Tidak bergerak dan berproses berarti berhentinya roda kehidupan (the static condition is the real loser).

Orang yang tidak mau berusaha hanya akan memperbanyak persoalan. Air yang menggenang dan tidak mengalir menyebabkan sarang penyakit. Singa yang tidak mau keluar dari sarang akan sakit, bahkan menemui kematian. Begitu juga dengan matahari yang tidak bergerak, pertanda awal bagi berakhirnya kehidupan.

Saudaraku, berbuatlah sesuatu. Ciptakan amaliyah untuk mengubah takdir kita. Selama pagi masih menjelang, pasti kita akan menemui kejutan – kejutan siang. “Berbuatlah (bergeraklah). Karena Alah, Rasul dan orang – orang beriman akan menjadi saksi atas perbuatan kita” (Q.S At Taubah : 105). Dan Allah tidak akan menyia – nyiakan apa pun yang telah kita lakukan, kecuali selalu ada nilai di hadapanNya (Q.S Ali Imran : 191).

Haqqul yaqin, Allah akan membimbing kita menemukan jalan – jalan kebaikan, asal kita sungguh – sungguh berusaha menjemput takdir. Takdir kita diantaranya karena usaha kita. Dengan catatan, usaha tetap berada dalam syari’atNya dan tidak dengan jalan kemaksiatan dan kotor (dosa). Cara – cara yang tidak baik hanya akan menemukan deretan panjang kesialan kita.

“Dan, mereka bersungguh – sungguh berbuat di jalan Allah, maka pasti Kami tunjukkan jalan –  jalan kebaikan…” (Q.S Al Ankabut :69).

Wallahu’alam bishawab.

 
1 Comment

Posted by on June 12, 2011 in renungan

 

Tags: , , ,

One response to “IKHTIAR . . . sebagai Pengubah Takdir

  1. abah juwa

    November 19, 2011 at 3:52 am

    “KEKUATAN SEMANGAT (AZAM, CITA-CITA, IKHTIAR) TIDAK DAPAT MEMECAHKAN BENTENG TAKDIR.” [Ibnu Athoilah As- Sakandari – ” Al- Hikam”]

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: