RSS

The Alchemist

24 May

the alchemist

Novel ini adalah karya Coelho yang paling terkenal di antara karyanya yang lain dan terjual dalam jumlah besar (best seller). Pada buku ini Coelho menuliskan alur penceritaan simbolik yang mendorong pembacanya agar mengejar mimpi mereka.

Kisah ini menceritakan perjalanan seorang gembala dalam mencari harta karun di mana harta karun tersebut muncul dalam mimpinya. Banyak cerita simbolis yang berkaitan dengan Alkitab dan agama Kristen.

“Mengapa kita harus mendengarkan suara hati kita?” tanya si bocah, ketika mereka mendirikan tenda pada hari itu.

“Sebab, dimana hatimu berada, di situlah hartamu berada.”

Demikian selintas percakapan antara sang alkemis dan Santiago, gembala yang mengikuti suara hatinya dan berkelana mengejar mimpinya. Perjalanan tersebut membawanya ke Tangier serta padang gurun Mesir, dan di sanalah dia bertemu sang alkemis yang menuntunnya menuju harta karunnya, serta mengajarinya tentang Jiwa Buana, cinta, kesabaran, dan kegigihan.

Perjalanan itu pulalah yang membawanya menemukan cinta sejatinya: Fatima, gadis gurun yang setia menanti kepulangannya. Sang Alkemis telah menjadi salah satu buku yang paling banyak dibaca di dunia. Kisah sederhana yang indah dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang.

Saat kamu menginginkan sesuatu, segenap alam semesta bersatu untuk membantumu meraihnya.
(Sang Alkemis)

Di novel Sang Alkemis, kalimat pendahulu ini menjadi semacam mantra yang diulang berkali-kali. Kalimat pendek ini juga jadi semacam optimisme yang hendak disebarkan ke semua orang.

Cerita dimulai dengan penuturan soal Legenda Pribadi. Legenda Pribadi diartikan  sebagai apa yang selalu ingin kita tunaikan. Setiap orang, saat mereka belia, tahu apa Legenda Pribadi mereka. Istilah yang mirip dengan cita-cita.

Sisa cerita kemudian mengarah ke satu titik saja: mendorong setiap pembaca untuk menemukan apa yang menjadi legenda pribadi mereka. Mengusahakan agar legenda pribadi itu dapat terwujud, bukan malah melupakannya begitu saja.

Coba simak apa yang hendak dituturkan Sang Alkemis kepada kita semua:

”Legenda Pribadi adalah apa yang selalu ingin kita tunaikan. Setiap orang, saat mereka belia, tahu apa Legenda Pribadi mereka. Pada titik kehidupan mereka itulah semuanya jelas dan segalanya mungkin terjadi. Mereka tidak takut untuk bermimpi, dan mendambakan segala yang mereka inginkan terwujud dalam hidup mereka. Tapi, dengan berlalunya waktu, suatu daya misterius mulai meyakinkan mereka bahwa mustahil bagi mereka untuk mewujudkan Legenda Pribadi mereka.”

Menggantung cita-cita tidak terlalu rumit -meski kenyataan ini tidak membuat semua lantas berani bercita-cita- namun jauh lebih sukar untuk meraihnya. Dengan bertambahnya usia dan segala macam tanggung jawab membuat orang jadi lebih  ”pengecut”. Berulang terdengar kata-kata sama yang menghalangi seseorang meraih apa yang diimpikannya. ”Aku sudah menikah, anakku sudah 5, aku tidak muda lagi, mana bisa kuwujudkan apa yang 10 tahun lalu aku impikan.”

Tapi memang itulah dalilnya, semakin tinggi menggantung mimpi, tentu makin butuh banyak usaha buat menggapainya. Paling tidak, mimpi ini akan teraih dengan mengubah diri dari keseharian sekarang. Menjadi sesuatu yang tolol mengharapperubahan dengan tetap melakukan hal yang sama setiap harinya.

Mewujudkan legenda pribadi tentu mengandung resiko, sama seperti menyeberang jalan atau naik bus way yang juga beresiko. Tapi yakinlah akan hadirnya tangan tak terlihat yang seakan menempatkan kita pada tempat dan waktu yang tepat. Atau mengantarkan kita bertemu dengan orang-orang yang sesuai.

Tak perlu pula lantas berputus asa akan hambatan dan halangan. Karena sesungguhnya malam tergelap adalah saat menjelang fajar. Banyak yang kemudian memutuskan menyerah padahal kemenangan tinggal beberapa jengkal.  Yang mereka butuhkan hanya satu kali percobaan tambahan.

Karena, saat kamu menginginkan sesuatu, segenap alam semesta bersatu untuk membantumu meraihnya

 
2 Comments

Posted by on May 24, 2011 in resensi buku

 

Tags: , ,

2 responses to “The Alchemist

  1. putri

    May 24, 2011 at 3:27 am

    iya mbak… bukunya memang bagus mbak.
    pengin baca karangan yang lainnya juga dari paulo coelho

    btw, websitenya asyik… keren dan menaril

     
  2. honeyizza

    June 3, 2011 at 7:05 am

    iya. Alhamdulillah baru mulai menyukai fiksi klasik.
    bukunya The Old Man and The Sea karya Ernest Hemingway juga bagus. recomended untuk dibaca
    http://id.wikipedia.org/wiki/Lelaki_Tua_dan_Laut

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: